Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERANG YAMAN: Ratusan WNI di Yaman Tunggu Evakuasi

Kementerian Luar Negeri melansir masih ada ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Yaman yang menunggu evakuasi. Saat ini mereka berada di penampungan (safe house).
Ashari Purwo Adi N
Ashari Purwo Adi N - Bisnis.com 07 April 2015  |  08:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Luar Negeri melansir masih ada ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Yaman yang menunggu evakuasi.  Saat ini mereka berada di penampungan (safe house).

Menlu Retno Marsudi, dalam laman kemlu.go.id, menegaskan masih banyak WNI yang berada diberbagai penampungan dan menunggu evakuasi. Kemlu merinci, WNI di Aden 89 orang, Sana’a 40 orang, Al-Mukalla 40 orang, serta Tareem 58 orang.

“Sejak proses evakuasi dimulai pada Desember 2014 dan intensifikasi evakuasi pada 25 Maret 2015, dari 792 WNI telah dievakuasi dari Yaman hanya 700 telah kembali ke Indonesia. Sisanya saat ini sudah dievakuasi ke wilayah aman di luar Yaman yaitu di Jizan di Arab Saudi, dan Djibouti City di Djibouti,” katanya seperti dikutip Bisnis dari laman resmi kementerian, Selasa (7/4).

Saat ini, paparnya, pemerintah Indonesia terus meminta agar seluruh WNI di Yaman bersedia untuk dievakuasi selama masih memungkinkan dan sebelum situasi semakin memburuk. Pemerintah juga meminta  keluarga WNI yang ada di Indonesia mendorong keluarganya di Yaman untuk bersedia dievakuasi.

Seperti diketahui Pemerintah Indonesia telah mengirimkan Tim terpadu ke Yaman dan Salalah Oman untuk melakukan intensifikasi evakuasi WNI termasuk dengan mengerahkan satu pesawat TNI AU Boeing 737-400 dan satu kapal yang disewa dari Djibouti. Tim yang terdiri 43 personil meliputi unsur Kemlu (14 orang), TNI AU (21 orang), Polri (7 orang), dan BIN (3 orang).

“Saat ini, tim terus mencari cara untuk dapat melakukan evakuasi secara cepat, aman dan efisien. Operasi evakuasi Yaman melibatkan lima perwakilan RI yaitu KBRI Sana’a, KBRI Riyadh, KBRI Muscat, KBRI Addis Ababa yang merangkap Djibouti dan KJRI Jeddah.”


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yaman
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top