Keluarga Ini Tewas Keracunan Gas Karbondioksida dari Genset

Satu keluarga --ayah, ibu dan bocah 9 tahun-- di Desa Candijati, Kabupaten Jember, Jawa Timur, meninggal akbat keracunan gas karbondioksida dari genset, yang ditaruh di dalam rumah.
Martin Sihombing | 02 April 2015 17:35 WIB
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JEMBER - Satu keluarga --ayah, ibu dan bocah 9 tahun-- di Desa Candijati, Kabupaten Jember, Jawa Timur, meninggal akbat keracunan gas karbondioksida dari genset, yang ditaruh di dalam rumah.

Hal itu dikatakan oleh Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif, Kamis (2/4/2015). Dia mengatakan penyebab meninggalnya  keluarga  itu karena keracunan gas karbondioksida dari genset.

"Setelah mendapatkan hasil laboratorium forensik  dari Polda Jatim dan berdasarkan olah tempat kejadian perkara, kami berani memastikan  ketiga orang dalam satu keluarga tersebut meninggal karena menghirup karbondioksida (CO2) dari mesin genset yang berada di dalam rumahnya," kata Sabilul di markas kepolisian resor (Mapolres) Jember, Kamis (2/4/2015).

Satu keluarga yang tewas adalah Wasis (48), istrinya Saibah (42) dan anaknya bernama Ratih (9). Mereka warga di Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember yang ditemukan tewas dalam kondisi lemas di rumahnya, Selasa (10/3/2015).

"Hasil laboratorium forensik menyatakan terdapat kandungan CO2 dalam darah ketiga korban dan zat asam arang itu dipastikan berasal dari mesin genset, sehingga mereka lemas karena keracunan karbondioksida," paparnya.

Menurut dia, berdasarkan keterangan sejumlah warga di sekitar lokasi menyatakan di wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik beberapa hari lalu, sehingga sebagian warga terpaksa menyalakan genset untuk menerangi rumah mereka.

"Mesin genset yang dinyalakan dengan kondisi pintu dan jendela tertutup mengakibatkan sirkulasi udara di dalam rumah tidak lancar, sehingga gas karbondioksida dari genset terhirup oleh satu keluarga itu," ungkapnya.

Mantan Kapolres Bondowoso itu menegaskan, meninggalnya satu keluarga itu bukan karena pembunuhan karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh ketiga jenazah itu.

"Mereka bukan korban pembunuhan, dan hasil laboratorium juga menegaskan hal itu, sehingga sudah terkuak penyebab meninggalnya satu keluarga di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
meninggal, korupsi genset

Sumber : Antara
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top