Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jatim Siap Terima Investasi Belanda untuk Atasi Banjir

Sekdaprov Jawa Timur Akhmad Sukardi berjanji kepada Dubes Belanda untuk RI Rob Swartbol untuk memberikan kemudahan para investor Negeri Kincir Angin yang berminat menanamkan modalnya di Jatim.
ilustrasi
ilustrasi

Kabar24.com, SURABAYA - Sekdaprov Jawa Timur Akhmad Sukardi berjanji kepada Dubes Belanda untuk RI Rob Swartbol untuk memberikan kemudahan para investor Negeri Kincir Angin yang berminat menanamkan modalnya di Jatim.

Dia mengatakan kelebihan Jatim yang tidak dimiliki provinsi lainnya diantaranya mencakup kemudahan berupa “government guarantee” bagi para investor seperti tersedianya sumber daya manusia, listrik, tanah, perijinan dengan biaya yang jelas.

Dalam hal kemudahan perizinan, pemprov memiliki Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T) yang didalamnya terdapat petugas Unit Reaksi Cepat (URC) untuk membantu investor mengurus perizinannya. Artinya, investor tidak usah jalan kemana-mana, duduk saja perizinannya sudah bisa beres.

Untuk masalah ketersediaan lahan, di Jatim masih tersedia ribuan hektar. Ia mencontohkan 15 ribu hektar lahan di Mojokerto yang siap disulap menjadi silicon valley-nya Indonesia.

Melalui siaran pers Humas Setdaprov, Sukardi menjelaskan, garansi ketiga adalah ketersediaan sumber energi. Seperti diketahui listrik di Jatim masih surplus sekitar 2.000 MW.

Belum lagi potensi panas bumi di beberapa wilayah, seperti Gunung Pandan memiliki potensi panas bumi yang bisa digunakan membangkitkan listrik 25 Megawatt (MW). Sedangkan Arjuno-Welirang mempunyai potensi membangkitkan listrik 200 MW dan Songgoriti 25 MW.

Garansi keempat soal tenaga kerja, Jatim memiliki jumlah tenaga kerja yang melimpah, apalagi didukung dengan adanya SMK mini sehingga meningkatkan keterampilan tenaga kerja.

”Kami sudah memiliki perjanjian agar demo buruh tidak sampai rusuh dan menutup pabrik maupun akses jalan raya,”  ungkapnya dalam pernyataan resmi, Kamis (26/2/2015).

Ia menjelaskan, selain kemudahan, Jaitm merupakan daerah yang memiliki potensi cukup besar dalam berusaha. Hal itu ditengarai dengan pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2014 sebesar 5,86%, diatas pertumbuhan ekonomi nasional 5,02%.

Sementara itu,  tingkat inflasi sebesar 7,77%,  lebih rendah dari rerata nasional sebesar 8,36%. Adapun, PDRB Jatim tahun lalu mencapai   Rp. 1.540,7 triliun.

Neraca perdagangan Jatim-Belanda juga cukup besar, pada tahun 2014 impor Jatim ke Belanda mencapai US$110, 67 juta, sedangkan ekspor mencapai US$458,96 juta, sehingga surplus sebesar US$110,67 juta.

Komoditi utama ekspor non migas Jatim ke Belanda berupa pengolahan kelapa sawit, bahan kimia dasar, kulit, barang kulit dan sepatu. Sedangkan komoditi impor Belanda ke Jatim berupa besi baja, mesin dan otomotif, makanan minuman, kimia dasar, pulp dan kertas..

Sampai saat ini Pemprov Jatim belum memiliki kerjasama sister province dengan Belanda. Namun Jatim telah melaksanakan program kerjasama pelatihan peningkatan kualitas SDM di bidang hortikultura di Universitas Has dan Bosch Belanda melalui Netherlands Education Support Office (NESO) di Jakarta.

Ia berharap, pertemuan kali ini  akan terjalin hubungan kerjasama yang lebih baik antara Pemprov Jatim dengan Belanda. Salah satu yang menjadi fokus Pemprov adalah, penanganan banjir.

Belanda memiliki daratan yang lebih rendah dibandingkan dengan laut, akan tetapi tidak pernah terjadi banjir. Pemprov Jatim bisa bekerjasama dengan Belanda untuk mengatasi banjir yang terjadi di beberapa wilayah Jatim seperti Jember, Pasuruan dan  Sampang.

Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Rob Swartbol mengatakan, Surabaya yang merupakan ibukota dari Jatim adalah jantung perekonomian Indonesia setelah Jakarta. Banyak transaksi bisnis terjadi disni. Oleh sebab itu, ia mengharapkan ada kerjasama yang bagus di bidang perekonomian dan bidang lainnya.

Ia juga mengaku kagum dengan pertumbuhan ekonomi Jatim yang melebihi nasional. Meskipun hubungan Belanda dan Jatim sudah terjalin lama, akan tetapi masih belum dirasa cukup.

Banyak potensi yang bisa dikerjakan antara dua belah pihak. Hal itu didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang cepat, kemudahan berinvestasi dan kepemimpinan yang kuat. Dengan kondisi seperti itu, akan membuat pengusaha Belanda merasa nyaman untuk berinvestasi di Jatim.

Menurutnya, sektor yang menjadi sasaran untuk peningkatan kerjasama Jatim-Belanda, yakni sektor maritim, industri, perdagangan, budaya dan pariwisata.

Belanda siap membantu Jatim dalam pengelolaan sampah dan limbah, serta penanganan dalam menghadapi banjir. Belanda memiliki teknologi yang tepat dalam menghadapi hal tersebut. Belanda ingin, menjadi investor nomor satu di Jatim. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper