Ini Alasan Pelapor Samad Bikin Paspor di Makassar

Kuasa hukum Feriyani Lim, Haris Septiansyah, mengungkapkan alasan kliennya membuat paspor di Makassar, Sulawesi Selatan. Sulitnya mengurus paspor di Pontianak, Kalimantan Barat, kata Haris, menjadi alasan utama dari kliennya melakukan itu.
Redaksi | 02 Februari 2015 17:46 WIB
Ketua KPK Abraham Samad - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kuasa hukum Feriyani Lim, Haris Septiansyah, mengungkapkan alasan kliennya membuat paspor di Makassar, Sulawesi Selatan. Sulitnya mengurus paspor di Pontianak, Kalimantan Barat, kata Haris, menjadi alasan utama dari kliennya melakukan itu.

"Karena saat itu belum ada sistem online seperti sekarang yang bisa bikin paspor di mana saja," ujar Haris kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 2 Februari 2015.

Dalam pembuatan paspor, tutur Haris, Feriyani mendapatkan bantuan dari Abraham Samad dan temannya yang bernama Uki. Kartu tanda penduduk dan kartu keluarga perempuan asal Pontianak itu menggunakan alamat Samad.

Peristiwa itu terjadi pada Februari 2007. "Saat itu disuruh foto, jadilah itu paspor. Mungkin, kalau saat itu yang urus calo, tidak akan jadi begini beritanya," kata Haris. Dia memastikan kliennya tidak memiliki hubungan dengan Samad.

Selain pemalsuan dokumen, Feriyani diterpa isu ihwal fotonya bersama Samad. Haris enggan mengomentari soal kebenaran foto tersebut. "Kalau foto, ya, bisa ditanyakan ke pakar telematika. Mereka bisa menelusurinya," kata Haris.

Adapun soal pemalsuan dokumen, Feliyani telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Rikwanto menyatakan Feriyani saat ini masih dalam pemeriksaan.

Pemalsuan dokumen itu, ujar Rikwanto, antara lain pembuatan karta tanda penduduk dan kartu keluarga. Peristiwa itu terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 2007. "Namun baru dilaporkan sekarang," kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Sumber : tempo.co

Tag : abraham samad, paspor
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top