Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SNMPTN 2015: PTN se-Jawa Timur Tidak Bergantung pada Hasil UN

Sepuluh Rektor PTN se-Jawa Timur yang tergabung dalam Paguyuban Rektor PTN se-Jatim menyatakan tidak lagi tergantung pada hasil ujian nasional (UN) untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  06:45 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Kabar24.com, SURABAYA - Sepuluh Rektor PTN se-Jawa Timur yang tergabung dalam Paguyuban Rektor PTN se-Jatim menyatakan tidak lagi tergantung pada hasil ujian nasional (UN) untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

"UN itu tergantung menteri (Mendikbud), tapi kami tidak lagi tergantung itu (UN)," kata Ketua Paguyuban Rektor PTN se-Jatim, Fasich.

Rektor Unair Surabaya itu mengemukakan hal itu didampingi sejumlah rektor PTN se-Jatim dalam pertemuan Selasa (27/1/2015) yang membahas SNMPTN, UN, dan respons terhadap polemik KPK-Polri, di antaranya Unesa, ITS, UPN Veteran Jatim (Surabaya), Unej (Jember), Unijoyo (Bangkalan), Unibraw, dan UM (Malang).

Rektor Unesa Warsono menegaskan PTN se-Jatim sudah menerapkan pola seleksi masuk PTN yang lebih objektif yakni peringkat nilai SMA untuk menentukan kuota sekolah guna menerima siswa sesuai nilai dan prestasi siswa.

"Kalau kami menggunakan UN, tapi kementerian tidak menggunakan, tentu akan terjadi dualisme, apalagi UN itu hanya menilai kompetensi, sedangkan kami sudah lama menggunakan penilaian prediksi".

Bahkan, PTN se-Jatim juga masih menerapkan standarisasi ke-Indonesia untuk menerima siswa dari seluruh provinsi secara merata. "Kami tidak akan menyamakan nilai siswa di Papua dengan Jatim, tapi kami punya keberpihakan secara adil," ujarnya.

Daya Tampung

Terkait daya tampung mahasiswa baru, ITS belum menentukan kuota (daya tampung) mahasiswa baru tahun 2015, namun Rektor Yogi Yuwono memperkirakan akan terjadi penurunan kuota sekitar 5% dari sebelumnya sekitar 3.357 mahasiswa baru pada tahun 2014.

"Penurunan kuota ini disebabkan tenaga pengajar (dosen) di ITS banyak yang pensiun. Dari 945 dosen tahun 2013, kini tinggal sekitar 900 dosen. Itupun sudah termasuk dosen yang tugas belajar," katanya.

Kendati tahun ini ada rekrutmen dosen, Tri Yogi menyatakan hal itu tetap akan menurunkan kuota mahasiswanya, karena ITS menerapkan perbandingan dosen dan mahasiswa dengan standar maksimal 1:20 demi menjaga kualitas pendidikan di ITS.

"Dosen yang sudah pensiun ini kan dosen senior dan tentu kualitasnya bagus. Jadi, kami juga melihat itu sebelum menentukan kuota mahasiswa baru. Insya Allah, Kamis (29/1) sudah ada kuota mahasiswa baru ITS," katanya.

Sementara itu, Unesa sendiri mengalami peningkatan kuota mahasiwa baru hingga 523 orang, karena Unesa akan memiliki delapan prodi baru pada SNMPTN 2015. "Kuota mahasiswa baru kami meningkat dari 5.254 orang pada SNMPTN 2014 menjadi 5.777 orang pada SNMPTN 2015," kata Kepala Humas Unesa, Suyatno. (ant/yus)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

SNMPTN 2015

Sumber : Antara

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top