Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Lantik Ayah Sherina, Triawan Munaf, Jadi Kepala Badan Ekonomi Kreatif

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Triawan Munaf sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif, yang mengurusi persoalan ekonomi kreatif setelah dipisahkan dari Kementerian Pariwisata.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 26 Januari 2015  |  14:35 WIB
Triawan Munaf - Twitter
Triawan Munaf - Twitter

Kabar24.com, JAKARTA-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Triawan Munaf sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif, yang mengurusi persoalan ekonomi kreatif setelah dipisahkan dari Kementerian Pariwisata.

SIMAK: KPK VS POLRI: Demokrat Kibarkan Dukungan untuk Jokowi

Triawan Munaf merupakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga ikut ke dalam tim sukses pemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam Pemilihan Presiden 2014.

"Melantik Triawan Munaf sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif sejak dilantik," kata Joko Widodo, di Istana Negara, Senin (26/1).

Triawan diangkat dengan Keputusan Presiden No. 9/P/2015 tentang Pengangkatan Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Kepres tersebut juga memberikan Triawan hak keuangan dan fasilitas setingkat menteri.

Triawan sendiri bukanlah sosok asing dalam ekonomi kreatif, karena aktif di band Giant Step yang beraliran progresive rock. Selain itu, Triawan Munaf merupakan ayah dari penyanyi pop Sherina Munaf.

Dalam kampanyenya saat Pilpres lalu, pasangan Jokowi-JK sempat berjanji akan menggerakkan sektor ekonomi kreatif. Ide ini bahkan menggerakkan kalangan pegiat seni untuk membantu pasangan tersebut dengan menggelar berbagai konser.

Jokowi-JK juga berjanji akan memberikan perlindungan penuh bagi karya kreatif dan inovasi.

Tiga sumber hukum yang ada sekarang ini dianggap tidak menguntungkan negara dan bangsa. Tiga sumber hukum itu adalah HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) untuk melindungi kepentingan individu dan perusahaan, WIPO (World Intellectual Property Organization) untuk melindungi hak suku tertentu, dan GPL (General Public License) untuk melindungi karya kebudaan sebagai milik seluruh umat manusia. (Kabar24.com)

BACA JUGA:

KPK VS POLRI: Demokrat Nilai Upaya Jokowi Belum Signifikan

KPK VS POLRI: Aktivis Antikorupsi Polisikan Menteri Tedjo

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

badan ekonomi kreatif
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top