Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NATAL 2014: Tahanan KPK Rayakan Natal di Kantor KPK

Seperti perayaan pada tahun-tahun sebelumnya, Natal, ali ini sejumlah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melaksanakan ibadah di Gedung KPK.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 25 Desember 2014  |  14:18 WIB
NATAL 2014: Tahanan KPK Rayakan Natal di Kantor KPK

Bisnis.com, JAKARTA -- Seperti perayaan pada tahun-tahun sebelumnya, Natal kali ini sejumlah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melaksanakan ibadah di Gedung KPK.

Ada empat tahanan yang akan menjalani ibadah di Kantor KPK, yakni Bonaran Situmeang, Cahyadi Kumala, Antonio Bambang Djatmiko, dan Gulat Manurung. Ibadah tahun ini dipimpin oleh Pendeta dari Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Paulus, Freddy Tobing.

Bonaran Situmeang adalah tersangka kasus dugaan suap kepada hakim Mahkamah Konstitusi (MK) pada sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Tapanuli Tengah. Cahyadi Kumala adalah tersangka suap tukar-menukar lahan di Bogor, Gulat Manurung tersangka suap alih fungsi lahan di Riau, dan Antonio adalah tersangka kasus suap jual beli gas di Bangkalan.

"Tema kita Natal dalam damai dan kasih. Kita sampaikan supaya mereka bisa menerima apa yang mereka alami sekarang, dan sudah pasti mereka akan menerima yang terbaik. Harus mereka jalani proses hukum," kata Freddy, Kamis (25/12/2014).

Sejak empat tahun terakhir Freddy selalu memimpin ibadah yang dijalankan oleh tahanan KPK. Dia pun mengaku terharu saat melihat para tahanan tersebut menangis dan menyesali perbuatannya. "Kita belum tahu salah apa benar, itu kan di pengadilan. Tapi mereka menyesali pada saat natal yang penuh sukacita ini," ujarnya.

Freddy meyakini, para tahanan KPK akan mendapat berkah dari Tuhan di Hari Natal ini. "Mereka pasti diselamatkan. Apakah itu di persidangan, apakah setelah mereka keluar dari penjara, yang jelas mereka di sini proses hukum harus dijalankan."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

napi kpk.
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top