Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS LIBYA: 356 Tewas dalam Pertempuran di Benghazi

Setidaknya 356 orang tewas dalam pertempuran di kota kedua Benghazi, Libya, sejak peluncuran serangan terhadap milisi Islam bulan lalu yang didukung pemerintah.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 November 2014  |  06:13 WIB
KRISIS LIBYA: 356 Tewas dalam Pertempuran di Benghazi

Bisnis.com, BENGHAZI, Libya - Setidaknya 356 orang tewas dalam pertempuran di kota kedua Benghazi, Libya, sejak peluncuran serangan terhadap milisi Islam bulan lalu yang didukung pemerintah.

Lebih dari 200 orang yang tewas adalah tentara, baik anggota tentara reguler maupun loyalis kontroversial pensiunan jenderal Khalifa Haftar, kata yayasan Bulan Sabit Merah dan sumber-sumber rumah sakit, Sabtu (15/11/2014).

Namun warga sipil juga menjadi korban, terperangkap dalam baku tembak ketika pasukan bertempur untuk merebut kota timur kembali dari milisi yang disita pada Juli.

Semua tiga kota besar Libya, yakni ibu kota Tripoli, kota kedua dan ketiga Benghazi dan Misrata, sebagian besar di bawah kendali milisi yang dipimpin kubu Islam.

Di Benghazi, salah satu dari mereka - Ansar al-Sharia - adalah daftar hitam oleh Washington sebagai kelompok teror karena dugaan perannya dalam serangan mematikan 2012 terhadap konsulat AS.

Lebih dari 3 tahun setelah Moamer Gaddafi digulingkan dan dibunuh dalam pemberontakan yang didukung NATO, Libya kini dibanjiri dengan senjata dan milisi yang kuat, dan dijalankan oleh saingan pemerintah dan parlemen.

Pemerintah yang diakui secara internasional telah mendirikan basis di kota timur terpencil Shahat dan sebagian besar wilayah negara Afrika Utara berada di luar kontrol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

libya

Sumber : Antara/AFP

Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top