Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Libya Bebaskan 9 Warga Turki

Libya Jumat (13/11/2014) membebaskan sembilan warga Turki yang ditahan tentara dan menyerahkan mereka kepada wakil-wakil dari Ankara, kata satu pernyataan pemerintah.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 16 November 2014  |  04:16 WIB
Libya Bebaskan 9 Warga Turki
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, BENGHAZI -  Libya Jumat (13/11/2014) membebaskan sembilan warga Turki yang ditahan tentara dan menyerahkan mereka kepada wakil-wakil dari Ankara, kata satu pernyataan pemerintah.

Para pria itu ditangkap pasukan di kota Benghazi yang bergolak, di mana mantan jenderal Khalifa Haftar melancarkan serangan terhadap milisi Islam.

Satu pernyataan dari pemerintah yang diakui internasional mengatakan para warga Turki itu dibebaskan menanggapi satu permintaan oleh missi PBB di Libya (UNSMIL).

Penyerahan mereka kepada Turki disaksikan oleh komandan UNSMIL Bernardino Leon, kata pernyataan itu.

Lebih dari 400 warga Turki diungsikan dari Libya, Jumni setelah ancaman-ancaman dari Haftar, yang menuduh Ankara mendukung milisi Islam lawannya.

Sebagian besar yang diungsikan itu bekerja di pusat tenaga listrik di kota Sirte, kampung halaman orang kuat Libya Muamar Gaddafi yang telah dibunuh oleh milisi.

Seorang juru bicara Haftar, Mohamed Hijazi mengatakan "tentara membebaskan para warga Turki itu setelah yakin mereka tidak terlibat" dalam pertempuran yang melanda Benghazi hampir setiap hari sejak Mei.

Haftar melancarkan satu serangan awal terhadap milisi Islam di kota terbesar kedua Libya itu Mei dengan tidak ada dukungan pemerintah, tetapi pada Oktober, dengan milisi Islam yang punya pengaruh yang meningkat, ia melancarkan serangan baru, saat ini didukung pasukan pemerintah.

Tiga tahun setelah Gaddafi digulingkan dan dibunuh dalam pemberontakan yang didukung NATO,Libya banjir senjata dan milisi-milisi yang berpengaruh, dan dikuasai oleh dua pemerintah yang berseteru dan dua parlemen.

Juga pada Jumat, pemerintah Libya tandingan mengatakan pihaknya telah merebut satu pesawat Airbus A300 di satu bandara di kota Ghadames, barat daya Tripoli, karena membawa "kargo yang mencurigai".

Satu pernyataan mengatakan tujuh awak -- tiga Rusia, dua Ukraina dan dua Tajikistan juga ditahan.

Seorang juru bicara pemerintah yang diakui internasional, yang bermarkas di daerah timur mengemukakan kepada AFP pesawat itu mengangkut "bantuan kemanusiaan" untuk daerah-daerah Libya barat daya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

libya

Sumber : Antara/AFP

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top