Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setara Institute & Kemenag Perjuangan Kebebasan & Cegah Radikalisasi Agama

SETARA Institute bersama dengan Kementerian Agama bekerja sama dalam memperjuangkan prioritas kerja Kementerian tersebut terkait pencegahan radikalisasi paham agama dan perlindungan kebebasan beragama.
Giras Pasopati
Giras Pasopati - Bisnis.com 10 November 2014  |  19:38 WIB
Keonferensi pers oleh Setara Institute yang dipimpin langsung oleh Hendardi - JIBI
Keonferensi pers oleh Setara Institute yang dipimpin langsung oleh Hendardi - JIBI

Bisnis.com,  JAKARTA – SETARA Institute bersama dengan Kementerian Agama bekerja sama dalam memperjuangkan prioritas kerja Kementerian tersebut terkait pencegahan radikalisasi paham agama dan perlindungan kebebasan beragama.

Ketua Badan Pengurus SETARA Institute Hendardi mengatakan pihaknya telah menyimak tujuh priorutas Kementerian Agama. Adapun dua diantaranya dianggap sama dengan fokus kerja SETARA.

Pertama, membangun kesadaran berkonstitusi untuk para pemimpin pesantren dalam mencegah radikalisasi paham beragama. Kedua, mempersiapkan RUU Perlindungan Umat Beragama,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (10/11/2014).

Hendardi membeberkan, terkait dengan hal itu,pihaknya sangat mendukung.Meskipun titik tolak berbeda, lanjutnya, tetapi ada memang ada tuntutan revisi dalam perlindungan dalam kebebasan beragama.

“Salah satunya adalah perihal pendirian tempat beribadah. Kami sudah mengajukan legal draft dalam hal ini,” paparnya.

Peneliti SETARA Institute Ismail Husein mengatakan pihaknya mendukung Kementerian Agama menunjukkan peran preventif terhadap radikalisme dan terorisme karena dari studi yang ada,masalah tersebut menunjukkan berawal dari intoleransi.

Mengenai kebebasan beragama dan toleransi, dahulu memakai strategi penyeragaman untuk menciptakan toleransi. Namun itu tidak benar dan harus segera diubah,” paparnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenag
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top