Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KONFLIK PPP: Kubu SDA Enggan Komentari Pemecatan Haji Lulung

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan kubu Suryadharma Ali, Fernita Darwis enggan mengomentari pemecatan terhadap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP wilayah DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung yang dilakukan Ketua Umum PPP kubu Romy, Romahurmuziy.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 08 November 2014  |  08:41 WIB
 PPP, Partai Persatuan Pembangunan
PPP, Partai Persatuan Pembangunan

Bisnis.com, JAKARTA-- Ketua Dewan Pimpinan ‎Pusat Partai Persatuan Pembangunan kubu Suryadharma Ali, Fernita Darwis enggan mengomentari pemecatan terhadap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP wilayah DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung yang dilakukan Ketua Umum PPP kubu Romy, Romahurmuziy.

"Kalau soal pemecatan yang lain saja deh, saya tidak mau berkomentar," tutur Fernita saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (8/11/2014).‎

‎Selain itu, Fernita juga mendesak Romy untuk menjelaskan alasan kuat dirinya melakukan pemecatan terhadap Haji Lulung dari jabatannya sebagai Ketua DPW PPP wilayah DKI Jakarta.‎

"Tanya Romy dong, kan dia yang pecat," cetus Fernita.

Seperti diketahui, Ketua DPW PPP Wilayah DKI Jakarta, Abharam Lunggana alias Haji Lulung telah resmi dipecat Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuziy dan diganti‎kan oleh politisi PPP, Joko Krismiyanto.

Surat Keputusan (SK) pengangkatan Joko sebagai Ketua DPW PPP wilayah DKI Jakarta, resmi sejak 30 Oktober 2014 yang ditandatangani oleh Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan Sekjen Ainur Rafiq.

Namun, pria yang sebelumnya duduk sebagai Wakil Ketua DPW DKI Jakarta ini mengaku baru menerima surat tersebut, kemarin (8/11/2014).‎  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

haji lulung Konflik PPP
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top