Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Temui Wapres, BNN Dorong Rehabilitasi Pecandu Narkotika

Badan Narkotika Nasional (BNN) menargetkan dapat merehabilitasi 400.000 pencandu narkoba per tahun.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 06 November 2014  |  17:43 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Narkotika Nasional (BNN) menargetkan dapat merehabilitasi 400.000 pencandu narkoba per tahun.

Kepala BNN Anang Iskandar mengatakan jumlah pecandu narkoba di Tanah Air diproyeksi mencapai 4,2 juta orang. Berdasarkan UU No.35/2009 tentang Narkotika, pecandu narkoba harus ditangani dengan cara rehabilitasi.

"Intinya kita ingin 4,2 juta pecandu narkoba bisa di-rehab secara bertahap. Kalau bisa 400.000 per tahun. Jadi masalah narkoba bisa diselesaikan dengan seimbang," kata Anang usai menyampaikan laporan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kamis (6/11).

Wacana tersebut disambut positif Wapres dan akan ditindaklanjuti dengan menerbitkan peraturan bersama tentang rehabilitasi pecandu narkoba murni.

Sayangnya, saat ini BNN hanya memiliki empat balai rehabilitasi dan balai tersebut tidak tersedia di 30 provinsi di Tanah Air. Anang mengakui idealnya pemerintah memiliki satu balai rehabilitasi narkotika di setiap provinsi.

"‎Kebijakan dulu, anggaran menyusul. Yang penting kebijakan merehabilitasi 4,2 juta pecandu sesuai UU," imbuh Anang.

Selain di balai milik BNN, rehabilitasi pecandu narkotika juga diarahkan ke rumah sakit umum milik pemerintah, panti.rehabilitasi sosial Kementerian Sosial, Puskesmas, dan gerakan komunitas.

Dengan upaya rehabilitasi 400.000 pecandu narkoba per tahun, rehabilitasi akan tuntas dalam 10 tahun. Langkah rehabilitasi juga berpotensi ‎menekan permintaan dan sirkulasi narkoba di Tanah Air.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnn narkotika badan narkotika nasional
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top