Bisnis.com, MANADO—Badan Pusat Statistik mencatat Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), mengalami inflasi sebesar 1,42% sepanjang Oktober 2014 atau berada di atas rerata inflasi nasional 0,47%.
Kondisi tersebut menyebabkan inflasi tahun kalender daerah tersebut tercatat sebesar 3,99%, sedangkan inflasi secara year on year mencapai 6,44%.
“Perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukkan adanya kenaikan pada bulan lalu,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Faizal Anwar dalam jumpa pers, Senin (3/11/2014).
Menurutnya, indeks harga konsumen (IHK) naik dari 110,9 di bulan September 2014 menjadi 127,47 pada Oktober 2014.
Dia menjelaskan inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada beberapa kelompok, meliputi kelompok bahan makanan sebesar 1,57%; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,88%; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 2,89%; kelompok kesehatan 0,17%; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,2%; dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,43%.
Sementara itu, kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang sebesar 0,29%.
Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga, antara lain bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, tarif listrik, cakalang/sisik, angkutan udara, roti manis, mie, jeruk nipis/limau, nasi dengan lauk, dan martabak.
Di sisi lain, komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain wortel, bawang putih, emas perhiasan, mujair, kembang kol, pepaya, gaun/terusan, gula pasir, daging ayam ras, dan bawang merah.