Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS LIBYA: Ban Ki Moon Mendadak Terbang ke Tripoli

Sekjen PBB Ban Ki-Moon mendadak melakukan kunjungan ke Tripoli demi menyerukan perdamaian di Libya.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 Oktober 2014  |  07:59 WIB
KRISIS LIBYA: Ban Ki Moon Mendadak Terbang ke Tripoli
Sekjen PBB Ban Ki-moon - Antara

 

Bisnis.com, TRIPOLI--Sekjen PBB Ban Ki-Moon mendadak melakukan kunjungan ke Tripoli demi menyerukan perdamaian di Libya.

Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-Moon pada kunjungan kejutan ke Libya, Sabtu (11/10/2014) mendesak faksi-faksi untuk mengakhiri gejolak yang mencengkeram negara Afrika Utara itu sejak Moamer Gaddafi digulingkan pada 2011.

Pihak berwenang telah berjuang untuk memaksakan kehendak mereka di seluruh negeri yang dibanjiri senjata dan milisi kuat yang menggulingkan dan membunuh diktator veteran itu.

"Biarkan saya memperjelas,jika konfrontasi kekerasan tidak segera dihentikan, jika perdamaian tidak dikembalikan, kemakmuran dan kehidupan yang lebih baik akan menjadi mimpi yang jauh," kata Ban kepada para anggota parlemen yang bersaingan, menurut naskah resmi pidatonya.

Dia terbang ke Tripoli hanya beberapa pekan setelah pemerintah mengakui keluar dari perlindungan yang aman di Tobruk, di timur, setelah kehilangan kendali ibu kota oleh milisi bersenjata.

Sekjen PBB berbicara menjelang pertemuan dengan partai-partai politik untuk menopang pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perpecahan yang telah menggoyang negara kaya minyak itu lebih jauh.

Diskusi-diskusi akan mencakup wakil ketua dewan perwakilan rakyat, anggota lain dari parlemen yang memboikot persidangan, katanya.

Ban mendesak pembentukan kabinet persatuan nasional, menekankan pentingnya "pemerintahan yang kuat dan mampu melaksanakan keputusan" di negeri di mana kelompok milisi mengontrol wilayah sangat luas.

"Tidak ada alternatif untuk dialog," kata Ban menjelang pertemuan dengan anggota parlemen yang bersaingan, juga dihadiri oleh kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Menteri Luar Negeri Italia Federica Mogherini, serta utusan dari Inggris, Prancis dan Malta.

Kepala misi PBB di Libya, Bernardino Leon, berhasil membawa faksi- faksi yang bersaingan bersama untuk pembicaraan di kota oasis terpencil Ghadames 29 September.

Ban, Sabtu, mengatakan pembicaraan sebagai "langkah berani pertama", dan menambahkan "Saya di sini untuk mendukung proses yang dimulai di Ghadames."

Parlemen Libya, yang dipilih Juni, diakui oleh masyarakat internasional, tetapi diperebutkan oleh milisi yang mengendalikan sebagian besar Tripoli dan oleh kelompok Islamis yang menguasai banyak kota timur Benghazi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

libya

Sumber : Antara/AFP

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top