Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IPW Duga Bisnis Pengamanan Ilegal Picu Bentrokan TNI-Polri

Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan bentrokan yang terjadi antara anggota Polri dan TNI di Batam, Kepri.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 22 September 2014  |  17:17 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-- Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan bentrokan yang terjadi antara anggota Polri dan TNI di Batam, Kepri.

Bentrokan yang terjadi antara Polri dan TNI tersebut diyakini telah membuat Batam beberapa saat seperti 'kota mati'.

Pasalnya, masyarakat Batam khawatir terkena imbas dari bentrokan yang menyebabkan 4 anggota TNI terkena luka tembak.

Penegasan tersebut ‎disampaikan Ketua Presidium IPW, Neta S Pane kepada Bisnis di Jakarta, Senin (22/9).

"Bentrokan antara TNI-Polri yang terjadi di Batam sangat disesalkan, apalagi jika mengingat Batam adalah 'pintu gerbang' yang berhadapan langsung dengan Singapura," tuturnya.

IPW meyakini bahwa bentrokan yang antara TNI-Polri tersebut, terjadi karena adanya bisnis pengamanan ilegal yang dilakukan oleh salah satu kesatuan seperti yang dikabarkan di beberapa media massa. Sehingga hal tersebut menjadi pemicu bentrokan antara keduanya.

"Pimpinan TNI-Polri perlu melakukan penyidikan, apakah bentrokan ini berkaitan dengan aksi backing-membackingi bisnis ilegal, seperti backing bisnis BBM ilegal seperti yang diisukan," kata Neta.

Oleh karena itu, IPW mendesak pimpinan TNI dan Polri untuk segera melakukan penyelidikan dan mendesak agar oknum yang bersalah ditindak dengan tegas. Sehingga aksi bentrokan serupa tidak terulang kembali.

"‎Pimpinan TNI-Polri harus segera mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang menjadi pemicu bentrokan, terutama memproses secara hukum pelaku penembakan," tukas Neta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipw bentrok tni-polri
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top