Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

EKONOMI AUSTRALIA: Kuartal II/2014, Tumbuh 0,5%

Ekonomi Australia kuartal II tumbuh 0,5% dari kuartal lalu, melambat setelah berekspansi 1,1% pada kuartal I, menegaskan tugas bank sentral yang telah mempertahankan tingkat suku bunga di rekor rendah untuk menggenjot permintaan belum selesai.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 04 September 2014  |  00:16 WIB

Bisnis.com, SYDNEY – Ekonomi Australia kuartal II tumbuh 0,5% dari kuartal lalu, melambat setelah berekspansi 1,1% pada kuartal I.

Pemerintahan setempat menegaskan tugas bank sentral yang telah mempertahankan tingkat suku bunga di rekor rendah untuk menggenjot permintaan yang belum selesai.

Perekonomian Negeri Kanguru goyah setelah nilai investasi sektor pertambangan anjlok.  Padahal investasi sektor pertambangan yang sempat membanjiri negara tersebut telah mengangkat ekonomi yang sempat jatuh saat krisis finansial global 2009 lalu.

“Meski memperhitungkan ekspor bersih dan inventoris yang ada, tidak ada yang berpengaruh signifikan [pada perekonomian] seperti sektor pertambangan,” kata ekonom JPMorgan Chase & Co, Stephen Walters di Sydney, merespons laporan pertumbuhan yang dipublikasikan Biro Statistik Australia, Rabu (3/9/2014).

Adapun produktivitas perdagangan Australia menurun 4,1% pada kuartal kedua dari kuartal sebelumnya, dan telah turun 7,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Harga bijih besi yang merupakan komoditas ekspor andalan negara tersebut, telah anjlok 35% sepanjang tahun ini.

Data yang sama juga menunjukkan belanja rumah tangga meningkat 0,5% pada kuartal kedua dari kuartal sebelumnya, menyumbang 0,3% pada produk domestik bruto (PDB). Konstruksi tertunda meningkat 2,3% dan produksi permesinan dan peralatan berat jatuh 3,4%. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia ekonomi australia

Sumber : Bloomberg

Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top