Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LIBYA MEMANAS: 122 WNI Dievakuasi, 66 di antaranya Diterbangkan ke Indonesia

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tripoli, Libya, hingga Selasa (5/8/2014) berhasil mengevakuasi 122 Warga Negara Indonesia (WNI) dari negara tersebut, yang situasinya makin tidak aman.
Nurbaiti
Nurbaiti - Bisnis.com 08 Agustus 2014  |  10:08 WIB
LIBYA MEMANAS: 122 WNI Dievakuasi, 66 di antaranya Diterbangkan ke Indonesia
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tripoli, Libya, hingga Selasa (5/8/2014) berhasil mengevakuasi 122 Warga Negara Indonesia (WNI) dari negara tersebut, yang situasinya makin tidak aman.

Apalagi, eskalasi dan intensitas pertempuran antarkelompok milisia di berbagai bagian kota Tripoli dan Benghazi makin meningkat yang juga diikuti oleh peningkatan angka kriminalitas.

Siaran pers yang dirilis KBRI Tripoli, Kamis (7/8/2014) menyebutkan ke-122 WNI itu dievakuasi dari Tripoli ke Tunis, Tunisia melalui perbatasan Ras Jedir. Selanjutnya dari Tunis, sebanyak 66 WNI telah berhasil dipulangkan ke Indonesia dalam beberapa tahap.

Sebanyak 32 orang WNI berangkat dari Tunisia ke Indonesia pada 30 Juli 2014 dan 34 orang lainnya kembali ke Indonesia pada 5 Agustus 2014.

“Sejumlah WNI lainnya yang masih berada di shelter KBRI Tunis segera akan diberangkatkan untuk kembali ke Indonesia,” bunyi siaran pers itu.

Dijelaskan, evakuasi WNI dari Libya ke Tunisia dilakukan melalui tiga tahapan, yakni vakuasi Tahap I dilaksanakan pada 29 Juli 2014 dan diikuti oleh 34 orang WNI; Evakuasi Tahap II dilaksanakan pada 1 Agustus 2014 dan diikuti oleh 51 orang WNI, dan Evakuasi Tahap III dilaksanakan pada 3 Agustus 2014 yang diikuti oleh 37 orang WNI.

“Pada pelaksanaan Evakuasi Tahap II, sempat terjadi gangguan keamanan karena ratusan Warga Negara Mesir yang pada saat itu berada di wilayah abu-abu antara Libya dan Tunisia berupaya menerobos masuk ke wilayah Tunisia dan membuat kerusuhan,” tulis KBRI Tripoli.

Namun, Otoritas Perbatasan Tunisia kemudian segera menghentikan aksi para WN Mesir tersebut dengan menggunakan gas air mata karena seorang petugas keamanan Tunisia mengalami luka tembak.

Menurut siaran pers itu, pada saat kerusuhan tersebut para WNI dapat diamankan oleh Tim Evakuasi KBRI Tripoli clan KBRI Tunis dengan mengumpulkannya di salah satu ruangan Kantor Imigrasi Tunisia. Selanjutnya, para WNI dapat meneruskan perjalanan ke Tunis dengan aman clan lancar.

“Pada saat evakuasi tahap III yang didampingi oleh Dubes RI Tripoli Raudin Anwar beserta staf KBRI Tripoli, pelaksanaannya berjalan aman dan lancar tanpa ada hambatan dan gangguan berkat kedasama dengan aparat Imigrasi Libya dan Imigrasi Tunisia,” bunyi siaran pers KBRI Tripoli itu.

Disebutkan, KBRI Tripoli akan terus memonitor dan menghubungi WNI yang masih berada di Libya dan menghimbau agar WNI yang masih berada di negara tersebut segera meninggalkan Libya dan dapat mengikuti evakuasi tahap selanjutnya.

“Bagi WNI yang masih berada di Libya diharapkan segera menghubungi nama tersebut dibawah ini guns memberitahukan alaniat, dan no telp serta keberadaannya di Libya atau jika akan mengikuti evakuasi,” pinta KBRI Tripoli.

Adapun nama-nama yang dapat dihubungi adalah Untung Istiawan (+218 923049051), Zakaria El Barouni (+218 919316294), Prasetyo Aryan W (+216 22798347), dan Ali Asar (+216 22798238).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

libya

Sumber : setkab.go.id

Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top