Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PENAIKAN TDL: PDAM Kota Malang Siap-Siap Naikkan Tarif

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang berancang-ancang menaikkan tarif air terkait dengan penaikan tarif dasar listrik (TDL).
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 04 Juli 2014  |  14:42 WIB
Instalasi Air Bersih - Antara
Instalasi Air Bersih - Antara

Bisnis.com, MALANG—Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang berancang-ancang menaikkan tarif air terkait dengan penaikan tarif dasar listrik (TDL).

Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Kota Malang Miftahul Munir mengatakan dengan kenaikan TDL hingga 38,8% hingga akhir tahun, maka biaya operasional otomatis akan naik tajam karena listrik merupakan komponen besar biaya operasional.

“Jika tidak naik, maka kami bisa merugi dan pelayanan kepada masyarakat akan terganggu,” kata Miftahul Munir, Jumat (4/7/2014).

Menurut dia, dengan tidak ada kenaikan listrik saja, keuntungan PDAM Kota Malang terus merosot. Pada 2013, PDAM masih memperoleh keuntungan Rp15 miliar, namun tahun ini diperkirakan hanya mencapai Rp12 miliar.

Dengan adanya kenaikan listrik yang bertahap yang dimulai pada Juli, maka bisa jadi PDAM tidak memperoleh keuntungan, hanya sekedar break even point (BEP) pada tahun ini. Bahkan tahun depan berpotensi merugi jika tarif air tidak dinaikkan.

Hal itu bisa terjadi karena penjualan air banyak yang disubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sehingga mengganggu penerimaan.

Tarif air untuk dipatok hanya Rp2.300/m, sedangkan tarif dasarnya Rp2.500/m, dan tarif pokoknbya Rp3.800/m.

Padahal, jumlah pelanggan PDAM yang berstatus MBR cukup signifikan, yakni 40.000 satuan sambungan rumah (SR)  dari total pelanggan 130.000 SR atau 30,76%.

Dengan posisi merugi, maka otomatis PDAM Kota Malang tidak bisa melakukan ekspansi dengan menambah jumlah pelanggan maupun melakukan perawatan instalasi eksisting secara baik.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdam kenaikan tdl
Editor : Taufik Wisastra
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top