TABLOID OBOR RAKYAT: Setyardi Berkukuh Tulisannya Adalah Fakta

Pemimpin Redaksi Obor Rakyat, Setyardi Budiono dan penulis Darmawan Sepriyosa baru saja menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan fitnah terhadap calon presiden Joko Widodo.
Tegar Arief | 02 Juli 2014 17:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemimpin Redaksi Obor Rakyat, Setyardi Budiono dan penulis Darmawan Sepriyosa baru saja menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan fitnah terhadap calon presiden Joko Widodo.

Baik Setyardi maupun Darmawan enggan untuk menjelaskan substansi dari pemeriksaan yang ia jalani.

Keduanya pun enggan untuk menjelaskan hubungan antara importir minyak Muhammad Reza Chalid sebagai penyandang dana tabloid tersebut dengann Hatta Rajasa dan termasuk Muchlis Hasyim, pemilik media www.inilah.com.

Darmawan yang juga menjabat sebagai salah satu redaktur di portal berita www.inilah.com menegaskan bahwa Muchlis sama sekali tidak terlibat dalam proyek tabloid Obor Rakyat itu.

"Tidak ada kaitan dengan ini. Yang memerintah saya menulis di www.inilah.com ya Pak Muchlis, yang memerintah saya menulis di Obor ya Pak Setyardi karena dia Pemred," kata Darmawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/7/2014).

Darmawan sendiri mengaku tidak tahu-menahu perihal donatur utama dari tabloid Obor Rakyat tersebut. "Tugas saya hanya menulis," tegas dia.

Setyardi Budiono pun mengatakan hal sama. Ia menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan Muchlis Hasyim, termasuk Reza Chalid dalam proyek tabloid Obor Rakyat itu.

Dia pun mengaku tidak mengenal dengan Reza Chalid, importir minyak yang juga rekan dekat Hatta. "Enggak ada kaitannya," ujar dia.

Setyardi pun kembali menegaskan bahwa seluruh pendanaan operasional tabloid Obor Rakyat berasal dari uang pribadinya, tanpa ada bantuan dari manapun.

"Soal dana...duit saya," tegasnya.

Ditegaskan Setyardi, dirinya bersama Darmawan pernah menjadi wartawan Majalah Tempo selama bertahun-tahun.

Alhasil mereka pun paham betul cara penulisan berita secara berimbang dan akurat.

Dia bersikukuh bahwa apa yang dia tulis adalah sesuai berdasarkan fakta yang ada, meskipun banyak pihak yang meragukan isi dari tabloid tersebut.

"Kami tahu lah cara menulis berita. Wartawan harus punya keyakinan apa yang kita tulis adala fakta," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pilpres 2014, Tabloid Obor Rakyat

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top