Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UBS AG : Kepemilikan Rumah oleh Asing di Australia Catat Rekor

Pemerintah Australia menyetujui pembelian rumah bagi pembeli asing senilai A$24,9 miliar (23 miliar) selama 9 bulan hingga Maret tahun ini, naik 93% dari tahun lalu.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 30 Juni 2014  |  11:59 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA— Pemerintah Australia menyetujui transaksi rumah bagi pembeli asing senilai 24,9 miliar dolar Australia (US$23 miliar) selama 9 bulan hingga Maret 2014 atau naik 93% dari 2013.

Laporan UBS AG menunjukkan investasi asing di sektor perumahan Australia berada pada posisi 13% dari total investasi, naik dari tren tahun lalu yaitu 8%. Adapun, sekitar 78% dari pembelian tersebut merupakan properti baru.

Parlemen Australia membatasi kepemilikan asing di sektor domestik real estate menyusul meningkatnya kekhawatiran hal tersebut berisiko mengerek  harga dan membuat harga rumah menjadi tidak terjangkau.

Untuk itu, pemerintah mengetatkan aturan kepemilikan asing pada real estate pada 2010, antara lain mensyaratkan pembeli asing membeli hanya rumah baru dan memberlakukan penalti jika ada pelanggaran.

Menurut Data-Rismark home value index, harga rumah tunggal naik 10,7% di antara 8 negara bagian di Australia ke rata-rata A$545.000 selama 12 bulan hingga Mei tahun ini. peningkatan tersebut dipacu oleh rendahnya suku bunga acuan yaitu 2,5%.

“Permintaan investor asing tercatat meningkat, meski valuasi yang relatif mahal dan dolar Australia. Kami memperkirakan tren peningkatan investasi asing akan berjalan dalam jangka panjang,” kata Scott Haslem, ekonom UBS AG seperti dikutip Bloomberg, Senin (30/6/2014).

Di sisi lain, Steven Hess, Wakil Presiden Senior Moody’s Investors Service mengungkapkan kenaikan harga rumah di Australia memberikan risiko jangka menengah bagi ekonomi Australia.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi australia

Sumber : Bloomberg

Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top