Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertambangan Lesu, Bank Sentral Australia Tahan Suku Bunga Rendah

Bank Sentral Australia menyampaikan kesulitannya dalam mengukur sejauh mana tingkat suku bunga dapat menutupi kerugian yang ditimbulkan dari anjloknya investasi sektor pertambangan.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 17 Juni 2014  |  19:18 WIB

Bisnis.com, DARWIN - Bank sentral Australia menyampaikan kesulitannya dalam mengukur sejauh apa tingkat suku bunga dapat menutupi kerugian yang ditimbulkan dari anjloknya investasi sektor pertambangan. Eksistensi mata uang dinilai tidak berperan banyak dalam menyeimbangkan pertumbuhan.

Dewan Reserve Bank of Australia (RBA) menyampaikan butuh waktu yang tidak singkat untuk menyiasati investasi sektor pertambangan yang jatuh. RBA menahan tingkat suku bunga pada rekor terendah yaitu 2,5%.

“Investasi sektor nonpertambangan pun lesu, menyiratkan laju pertumbuhan akan di bawah tren selama sisa tahun ini dan tahun depan,” kata dewan RBA tersebut, Selasa (17/6/2014).

Pasar dan ekonom memprediksikan Gubernur RBA Glenn Stevens akan mempertahankan tingkat pinjaman sepanjang tahun ini untuk menghindari kesenjangan pertumbuhan dari sedikitnya proyek pertambangan yang akan direalisasikan.

Bulan lalu, pemerintah mengumumkan rencana pengetatan fiskal yang dinilai dapat meningkatkan sentimen konsumen. RBA berkomitmen mengimplemtasikan kebijakan akomodatif untuk menyesuaikan diri dengan anjloknya investasi sektor pertambangan.

Sementara itu, partner perdagangan terbesar Australia, China pun tengah mengalami perlambatan ekonomi. Pemerintah Australia menyampaikan menurunnya minat investasi perusahaan luar negeri ke Australia mempertegas investasi sektor pertambangan mungkin akan terus turun tajam hingga 2015.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi australia

Sumber : Bloomberg

Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top