Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akibat Receh Tercecer, Australia Kehilangan A$100 Juta/Tahun

Australia kehilangan lebih dari 100 juta dolar setiap tahun akibat uang logam yang terselip di sofa dan kursi mobil, lapor Royal Australian Mint, pembuat uang logam tersebut.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 05 Juni 2014  |  14:30 WIB

Bisnis.com, SYDNEY--Australia kehilangan lebih dari 100 juta dolar setiap tahun akibat uang logam yang terselip di sofa dan kursi mobil, lapor Royal Australian Mint, pembuat uang logam tersebut.

Kepala Mint, Ross MacDiarmid dalam dengar pendapat pemerintah melaporkan bahwa sekitar 255 juta uang logam setiap tahun hilang dan digantikan dengan yang baru.

"Kebanyakan uang logam yang kami sediakan adalah untuk mengganti uang yang jatuh di bawah kursi, terselip di balik kursi mobil, terbuang bersama sampah dan beberapa dibawa keluar negeri," katanya di hadapan komite senat, Selasa malam.

MacDiarmid mengatakan sejumlah uang logam yang digantikan setiap tahun termasuk uang yang disimpan di laci-laci atau jambangan untuk waktu yang lama.

Pembuat uang logam itu tidak mengungkapkan berapa biaya untuk membuat 255 juta dolar setiap tahun.

Terdapat sekitar lima miliar uang logam -- terbuat dari tembaga dan nikel yang dicetak dengan gambar-gambar ekidna, mamalia khas Australia juga trenggiling, yang beredar di Australia.

Dengar pendapat di senat mengatakan agar Mint mengusulkan peninjauan pemakaian uang logam Australia karena penggunaannya menurun, akibat semakin banyak orang berbelanja memakai kartu kredit atau kartu debit.

MacDiarmid mengatakan bahwa peninjauan juga akan melihat kemungkinan penghapusan pecahan lima sen yang ongkos produksinya mencapai enam sen tiap kepingnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi australia

Sumber : Newswire/antara

Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top