Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi Australia: RBA Pertahankan Suku Bunga Acuan

Bank sentral Australia akan menjaga suku bunga acuan tetap rendah untuk jangka waktu lama guna menggenjot pertumbuhan domestik.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 15 April 2014  |  19:37 WIB

Bisnis.com, SYDNEY—Bank sentral Australia akan menjaga suku bunga acuan tetap rendah untuk jangka waktu lama guna menggenjot pertumbuhan domestik.

Reserve Bank of Australia (RBA) mengungkapkan penguatan mulai terlihat pada investasi dan konsumsi domestik sehingga suku bunga yang rendah cukup krusial untuk mendongkrak kedua faktor tersebut lebih jauh.

“Apalagi, beberapa pengusaha masih menunggu kenaikan permintaan domestik, sebelum memutuskan untuk membelanjakan uang melalui investasi,” kata RBA dalam minutes di Sydney, Selasa (15/4/2014).

Pelaku pasar dan ekonom juga memprediksi suku bunga acuan akan tetap berada pada posisinya saat ini yaitu 2,5% untuk menghindari kesenjangan pertumbuhan.

Tidak hanya itu, suku bunga rendah masih dibutuhkan untuk mengimbangi berkurangnya rencana investasi proyek pertambangan.

Suku bunga yang rendah di Australia juga memacu penguatan di sektor properti.

Rumah dan apartemen di kota-kota besar naik 10.6%  pada tahun ini, hingga Maret 2014.

Sydney, ibu kota Australia, memimpin kenaikan harga properti mencapai 15,6%.   

Dolar Australia bahkan terapresiasi sejak 1 April tahun ini seiring beredarnya asumsi bahwa era pelonggaran moneter telah berakhir.

Catatan RBA bahkan menunjukkan penguatan dolar Australia masih terjadi ketika harga komoditas anjlok. 

“Mata uang Australia [dolar] memang cukup tinggi jika dilihat dari sejarahnya. Tetapi kenaikan nilai dolar Australia terhadap dolar Amerika Serikat tidak begitu mendukung pertumbuhan ekonomi layaknya sebelumnya,” demikian isi minutes tersebut.

RBA mengakui ekspansi ekonomi Negeri Kanguru akan melaju moderat pada awal tahun ini menyusul perlambatan pertumbuhan di negara mitra dagang utama Australia, China.

Selain menggunakan ‘senjata’ moneter, pemerintah Australia juga optimistis konsolidasi fiskal dari tingkat daerah hingga federal akan mengerek naik konsumsi domestik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi australia

Sumber : Bloomberg

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top