Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Libya Mulai Sidang Mantan Pejabatnya

Jaksa Libya membuka sidang bagi putra dari pemimpin Libya yang terguling, Muammar Gaddafi, dan lebih dari 24 mantan pejabat Libya pada Senin (14/4/2014). Hal ini adalah dilakukan sebagai bentuk tes transisi demokrasi negara Afrika Utara.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 14 April 2014  |  22:30 WIB
Libya Mulai Sidang Mantan Pejabatnya
Setelah masa kepemimpinan Gaddafi, sejauh ini pemerintah sementara Libya terbilang lemah dan timbul banyak kerusuhan karena pejuang revolusioner menolak untuk menyerahkan senjata mereka, para demonstran bersenjata juga memblokade ekspor minyak di negara tersebut. - bisnis.com

Bisnis.com, TRIPOLI - Jaksa Libya membuka sidang bagi putra dari pemimpin Libya yang terguling, Muammar Gaddafi, dan lebih dari 24 mantan pejabat Libya pada Senin (14/4/2014). Hal ini adalah dilakukan sebagai bentuk tes transisi demokrasi negara Afrika Utara.

Putra Gaddafi, Saadi Gaddafi dan Saif al-Islam tidak hadir di ruang sidang di penjara Al-Hadba, Tripoli. Namun Abdullah al-Senussi, mantan kepala mata-mata Libya merupakan salah satu mantan pejabat senior yang duduk mengenakan seragam biru.

Banyak terdakwa yang mengeluh bahwa mereka tidak diberikan akses untuk mendapatkan pengacara. “Saya ingin diperlakukan seperi tahanan lain. Saya ingin hak untuk dikunjungi. Saya tidak punya pengacara,” tutur Senussi seperti dilansir Reuters pada Senin (14/4/2014).

Jaksa mengatakan Senussi telah diizinkan untuk dikunjungi kerabatnya, namun pengacara dilarang untuk mengunjungi kliennya di penjara.

Setelah masa kepemimpinan Gaddafi, sejauh ini pemerintah sementara Libya terbilang lemah dan timbul banyak kerusuhan karena pejuang revolusioner menolak untuk menyerahkan senjata mereka, para demonstran bersenjata juga memblokade ekspor minyak di negara tersebut.

Sidang mantan pejabat senior masa kepemimpinan Gaddafi dimulai sehari setelah Perdana Menteri Pemerintahan Sementara (Interim) Abdullah al-Thinni mengumumkan pengunduran dirinya pasca serangan terhadap keluarganya. Hal lain yang menyebabkan mundurnya al-Thinni juga karena tersingkirnya perdana menteri sebelumnya yang hampir sebulan lalu.

Mahkamah Pidana Internasional dan beberapa organisasi HAM lainnya prihatin atas sistem peradilan di Libya. Meskipun pemerintah telah memenangkan hak untuk mengadili mantan kepala mata-mata Libya di dalam negeri, tetapi itu seharusnya menjadi tanggung jawab Mahkamah Pidana Internasional.

Seperti dilansir Reuters, Senussi bergabung di pengadilan bersama mantan perdana menteri pada masa Gaddafi, Baghdadi al Mahmoudi, dan mantan Menteri Luar Negeri Abdul Ati al-Obeidi. Selain itu, terdapat juga mantan Kepala Intelijen Buzeid Dorda yang sudah muncul di persidangan sebelumnya.

Setelah sesi pembukaan pada hari Senin (14/4), sidang tidak akan dilanjutkan sampai tanggal 27 April karena penyidik membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan kasus mereka dengan beberapa terdakwa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

libya
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top