Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polri Bantah Tangkap Teroris, Informasi dari Anggota Densus Gadungan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar membantah adanya penangkapan terduga teroris di Tasimalaya, Jawa Barat. Berita penangkapan itu sempat diberitakan di beberapa media online pada Rabu (10/4/2014).
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 10 April 2014  |  15:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar membantah adanya penangkapan terduga teroris di Tasimalaya, Jawa Barat. Berita penangkapan itu sempat diberitakan di beberapa media online pada Rabu (10/4/2014).

"Tidak benar ada penangkapan tersangka teroris dan penyitaan bahan peledak baik pada tanggal 8 atau 9," ujar Boy kepada wartawan, Kamis (10/4/2014).

Menurut Boy, penangkapan yang dilakukan oleh unit reserse Polres Tasikmalaya pada Selasa (8/4/2014) adalah terhadap seorang berinisial AS yang mengaku sebagai anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror dan mengirim pesan singkat kepada Kapolres Tasikmalaya Ajun Komisaris Besar Novan Widyayoko.

Pesan singkat itu, lanjut Boy, menginformasikan Kapolres mengenai kelompok Abu Roban yang berkeliaran dan telah dilakukan penangkapan terhadap dua tersangka teroris dan penyitaan barang bukti berupa peledak. AS mengirimkan pesan singkat sebanyak empat kali.

"Jadi di SMS ini seolah-olah si pelaku adalah Densus. Namun, dari respons Kapolres, tentunya setelah minta petunjuk dan bimbingan, berkoordinasi dengan Densus untuk mengkonfirmasi penangkapan itu," tambah Boy.

Rupanya, Densus 88 wilayah Jawa Barat mengatakan penangkapan teroris di Tasikmalaya seperti yang diinformasikan oleh AS tidaklah benar. Polisi pun segera bertindak untuk mengamankan AS.

"Saat ini sudah diamankan di Polresta Tasikmalaya dan tengah menjalani pemeriksaan. Ditangkapnya pada 8 April di Jalan Zainul Mustafa, pukul 19.00," imbuhnya.

Dari penangkapan terhadap AS, polisi juga menyita barang bukti berupa airsoft gun yang mirip dengan senjata jenis FN dan dua alat komunikasi. Polisi menduga senjata tersebut telah disalahgunakan oleh AS.

Saat ini, polisi masih mendalami kasus penyebaran informasi tipuan ini. Namun, Boy menduga motif pelaku menyebarkan informasi palsu ini adalah untuk memunculkan kesan bahwa ada ancamam teroris pada hari pemilihan legislatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

densus 88
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top