Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pakta Perdagangan Australia-Jepang Dekati Kata Sepakat

Australia dan Jepang hampir mendekati kata sepakat terkait pembahasan kerjasama perdagangan yang terangkum dalam pakta Trans-Pasific Partnership (TPP).
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 07 April 2014  |  18:53 WIB

Bisnis.com, TOKYO— Australia dan Jepang hampir mendekati kata sepakat terkait pembahasan kerjasama perdagangan yang terangkum dalam pakta Trans-Pasific Partnership (TPP).

Selain membicarakan mengenai perdagangan, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan pihaknya juga ingin mengkonfirmasi kerjasama lebih lanjut, termasuk kerjasama pertahanan keamanan.“Australia adalah partner strategis Jepang,” tambah Abe di Tokyo, Senin (7/4).

Jika negoisasi bilateral antara Australia dan Jepang telah tercapai, maka itu akan mendorong pencapaian lebih jauh terkait pakta perdagangan TPP.

Berdasarkan narasumber yang menolak disebutkan namanya, Jepang akan menurunkan tarif impor daging sapi hingga 20% dari 38,5% sedangkan Australia hanya akan menurunkan tarif 5% terhadap produk otomotif Jepang ukuran kecil dan sedang.

“Saya optimistis negosiasi panjang pada perjanjian bilateral kedua negara akan segera terwujud,” kata Perdana Menteri Australia Tony Abbot.

Sekadar informasi, nilai kerjasama perdagangan bilateral antara Australia dan Jepang telah mencapai US$69,2 miliar selama 12 bulan yang lalu.  

Negoisasi perdagangan bebas dalam kerangka TPP melibatkan antara lain Kanada, Meksiko, Selandia Baru, dan Malaysia. Seharusnya, negoisasi TPP selesai pada akhir tahun lalu, tetapi negoisasi yang alot mneyebabkan kesepakatan tak kunjung diraih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang ekonomi australia

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top