Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kota Palembang Diselimuti Kabut Asap Kiriman Riau

Kota Palembang dan beberapa kota lainnya di Sumatra Selatan, beberapa hari terakhir ini diselimuti asap yang diduga kiriman dari sisa kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 07 Maret 2014  |  11:29 WIB
Kota Palembang Diselimuti Kabut Asap Kiriman Riau
Kebakaran Hutan Riau
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG - Kota Palembang dan beberapa kota lainnya di Sumatra Selatan, beberapa hari terakhir ini diselimuti asap yang diduga kiriman dari sisa kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

"Kabut asap tipis yang mulai menyelimuti Kota Palembang dan sejumlah kota sekitarnya pada pagi dan sore hari bukan karena wilayah Sumsel mulai terdapat banyak titik api dan terjadi kebakaran hutan atau lahan pertanian, melainkan berasal dari kiriman provinsi tetangga," kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama, seperti dikutip Antara, Jumat (7/3/2014).

Meskipun mulai diselimuti kabut asap pada jam-jam tertentu, belum mengganggu aktivitas masyarakat di provinsi yang memiliki 15 kabupaten dan kota itu, karena sifatnya temporer dan tipis.

Berdasarkan pengamatan melalui satelit, jelasnya, sekarang ini wilayah Sumsel masih nihil titik api (hotspot) yang beberapa bulan terakhir mulai mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat di sejumlah provinsi lainnya di Sumatra.

Sementara itu, di provinsi Sumatera lainnya seperti Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, dan Sumatra Barat beberapa pekan ini terdeteksi puluhan titik api.

Dia mengatakan titik api yang berpotensi mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di provinsi tetangga itu diharapkan tidak semakin banyak, sehingga kabut asap kiriman itu tidak semakin pekat menyelimuti Kota Palembang dan daerah sekitarnya.

Menurut dia, provinsi yang memiliki penduduk sekitar 8,6 juta jiwa itu, pada pekan pertama Maret 2014 ini masih aman dari titik api yang berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan, lahan perkebunan, dan pertanian serta masalah kabut asap.

Kondisi belum terdeteksinya titik api karena akhir-akhir ini provinsi yang memiliki 15 kabupaten dan kota itu masih terdapat sering turun hujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi.

Indra mengatakan wilayah Sumsel diprakirakan pada bulan ini masih terdapat cukup banyak hujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi yakni berkisar 301-400 milimeter.

Sementara itu, Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Sumsel yang juga Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) provinsi setempat MS Sumarwan mengatakan bahwa pada kondisi penghujung musim penghujan ini masyarakat masih cukup aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Meskipun sekarang ini Sumsel masih aman dari ‘hotspot’, masyarakat diimbau mulai mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan, lahan perkebunan, dan pertanian, katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kabut Asap kebakaran lahan

Sumber : Newswire

Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top