Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gita Wirjawan: Genjot Infrastruktur Butuh APBN Rp4.000 Triliun

Capres konvensi Demokrat Gita Wirjawan mengatakan Indonesia sulit melakukan pembangunan infrastruktur besar jika pertumbuhan ekonominya masih berkisar 6%.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 07 Maret 2014  |  20:57 WIB
Gita Wirjawan: Genjot Infrastruktur Butuh APBN Rp4.000 Triliun
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Calon presiden konvensi Demokrat Gita Wirjawan mengatakan Indonesia sulit melakukan pembangunan infrastruktur besar jika pertumbuhan ekonominya masih 6%.

Selain itu, dengan postur APBN 2014 sebesar Rp1.800 triliun sebagian besar atau 50%-60% digunakan untuk biaya operasional, termasuk pendidikan, 20% untuk subsidi, dan 20% untuk servis utang.

"Pembangunan infrastruktur dengan growth 6% sulit," katanya dalam debat capres yang diselenggarakan guru besar UI di Fakultas Kedokteran Salemba Jakarta, Jumat (7/3/2014).

Pembangunan jalan selama 69 tahun merdeka baru sekitar 400.000 kilometer. Dalam 5 tahun masa pemerintahan sulit alias tidak mungkin bisa meningkatkan menjadi 1 juta kilometer tanpa didukung anggaran yang memadai.

Paling tidak, lanjut Gita, APBN ditingkatkan menjadi Rp4.000 triliun baru akan bisa bangun infrastruktur besar, seperti jalan raya, pembangkit listrik, jalur rel kereta api, pelabuhan dan sebagainya.

"APBN Rp1.800 triliun ditingkatkan menjadi Rp4.000 triliun bisa aktualisasikan membangun infrastruktur besar," ujar Gita.

Adapun APBN sebesar itu bisa dioptimalkan dengan optimalisasi realisasi penerimaan pajak. Pasalnya lebih dari 60 juta wajib pajak ternyata baru 23 juta wajib pajak yang membayar kewajibannya.

Rendahnya kesadaran membayar pajak disebabkan banyak pemilik KTP yang belum punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), begitu juga pemegang passport juga belum punya NPWP. Oleh karena itu, lanjut Gita, perlu ada kebijakan meningkatkan kesadaran bayar pajak.

Caranya dengan menurunkan PPh 21 menjadi 15%-20%, pajak corporate jadi 15% serta memberikan pengampunan kepada perusahaan besar dengan catatan mempunyai track record yang bagus.

Yang terpenting dalam hal ini, menurut Gita, adalah menempatkan orang profesional yang bisa menjalankan peran untuk merealisaikan target pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gita wirjawan konvensi demokrat
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top