Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Jasa China Menguat, Manufaktur Melemah

Aktivitas di sektor industri jasa China naik selama Februari dari level terendah dalam dua setengah tahun pada bulan lalu, menurut sebuah survei yang menunjukkan meski sektor jasa menguat namun aktivitas manufaktur berkurang.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 05 Maret 2014  |  11:05 WIB
Sektor Jasa China Menguat, Manufaktur Melemah
Manufaktur China - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Aktivitas di sektor industri jasa China naik selama Februari dari level terendah dalam dua setengah tahun pada bulan lalu, menurut sebuah survei yang menunjukkan meski sektor jasa menguat namun aktivitas manufaktur berkurang.

Indeks HSBC/Markit Services Purchasing Managers (PMI) naik ke 51,0 selama Februari dari posisi 50,7 pada Januari akibat didukung oleh peningkatan permintaan baru.

"Data pada Februari menunjukkan ekspansi kuat dari aktivitas bisnis dan pekerjaan baru pada perusahaan sektor jasa China," menurut pernyataan HSBC/Markit sebagaimana dikutip Reuters.com, Rabu (5/3/2014).

Namun demikian, tingkat pertumbuhan itu tergolong rendah berdasarkan data historis.

Data itu muncul setelah Perdana Menteri Li Keqiang menyatakan di depan para anggota legislatif bahwa permintaan dalam negeri akan menjadi penggerak utama. Menurutnya, penyesuaian struktural pada saat china mendorong reformasi untuk mendorong pertumbuhan yang didorong belanja konsumen.

PMI mencatat bahwa perusahaan sektor jasa tetap optimistis selama Februari dan secara umum menyatakan aktivitas bisnis akan lebih tinggi dari level saat ini selama 1 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur china jasa

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top