Proyeksi PDB Direvisi, Ekonomi AS Masih Perkasa

Pemerintah Amerika Serikat memangkas proyeksi produk domestik bruto (PDB) pada kuartal terakhir tahun lalu seiring dengan indikasi pertumbuhan ekonomi melambat akibat memburuknya cuaca.
Amanda Kusumawardhani | 02 Maret 2014 22:07 WIB

Bisnis.com, WASHINGTON— Pemerintah Amerika Serikat memangkas proyeksi produk domestik bruto (PDB) pada kuartal terakhir tahun lalu seiring dengan indikasi pertumbuhan ekonomi melambat akibat memburuknya cuaca.

Departemen Perdagangan AS mengoreksi pertumbuhan PDB tahunan menjadi 2,4% dari estimasi sebelumnya yaitu 3,2%. Pertumbuhan PDB pada kuartal III/2013 bahkan mencapai 4,1%.

Ekonomi AS mengalami pasang surut beberapa kuartal belakangan, termasuk lumpuhnya aktivitas pemerintah atau yang biasa disebut dengan shut down selama 16 hari pada Oktober 2013. Cuaca buruk juga memukul aktivitas ekonomi pada akhir Desember hingga pertengahan Februari tahun ini.

Tidak hanya itu, terkoreksinya pertumbuhan ekonomi AS diperparah dengan berakhirnya masa tunjangan pengangguran sehingga memotong kupon makanan. Kegiatan bisnis terpukul karena sedikitnya pesanan baru pada sektor manufaktur dan menumpuknya stok produk yang belum terjual.

“Saya tidak yakin fundamental telah bergerak ke arah yang negatif. Namun, menuju tahun ini, kita tahu ekonomi tidak akan berjalan mulus,”kata Ryan Sweet, ekonom senior Moody Analytic di West Center, akhir pekan lalu.

Optimisme sejumlah ekonom terhadap proyeksi ekonomi AS yang masih akan melaju cepat didiukung dengan pemulihan sektor manufaktur dan kepercayaan konsumen pada Februari tahun ini.

Institut Manajemen Suplai Chicago Inc menunjukkan barometer perusahaan regional meningkat tipis menjadi 59,8 pada Februari 2014 dari 59,6 pada bulan sebelumnya.

Laporan lainnya mencatat sentimen rumah tangga meningkat yang diikuti dengan terkoreksinya sektor perumahan akibat penjualan yang tertunda.

Data tersebut sekaligus mengindikasikan negara dengan ekonomi terbesar di dunia tengah mengatasi lumpuhnya penjualan ritel, produksi, dan konstruksi akibat cuaca yang memburuk beberapa bulan belakangan ini.

Jika melihat pergerakan data ekonomi yang ada, The Fed kemungkinan menjaga tetap suku bunga rendah untuk mendukung ekspansi ekonomi, meskipun The Fed masih tetap melanjutkan program pengetatan moneter.

“Ekonomi kuartal awal tahun ini memang cukup lemah dan kebanyakan dipicu oleh cuaca. Tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu,”imbuh John Silvia, Ketua Ekomom Wells fargo Securities LLC di Charlotte, North Carolina.

Indeks Standard & Poor’s 500 bahkan meningkat untuk tiga hari akibat data ekonomi yang menunjukkan pemulihan ekonomi. The S&P 500 tumbuh 0,3% menjadi 1,86 pada penutupan di New York.   

Investasi bisnis adalah beberapa dari sedikit sektor yang memiliki prospek signifikan pada kuartal IV/2014 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Pembelanjaan produk baru juga meningkat ke laju tercepat sejak kuartal ketiga pada 2011. Pembelian properti intelektual, termasuk perangkat lunak komputer menunjukkan kemajuan terbesar dalam 6 tahun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi amerika serikat

Sumber : Bloomberg/Reuters
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top