Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produk Tersertifikasi Halal di Jabar Baru 2,5%

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat menargetkan pemberian sertifikasi halal kepada 1.500 produk makanan dan minuman sepanjang 2014.
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 19 Februari 2014  |  14:55 WIB

Bisnis.com, BANDUNG—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat menargetkan pemberian sertifikasi halal kepada 1.500 produk makanan dan minuman sepanjang 2014.

Target tersebut jauh lebih tinggi dari 2013 yang hanya mencapai 600 produk.

Kepala Disperindag Jabar Ferry Sofwan Arief mengatakan pada tahap pertama atau semester I pihaknya hanya memfasilitasi sertifikasi halal bagi 330 produk, sisanya akan diusulkan pada anggaran perubahan.

"Sertifikasi halal ini berlaku dua tahun yang diprioritaskan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) makanan dan minuman secara gratis,” katanya kepada Bisnis, Rabu (19/2).

Pihaknya menyebutkan produk yang sudah memiliki sertifikasi halal di kawasan itu baru mencapai 2,5 % atau 10.000 produk dari total 400.000 produk.

Ferry menjelaskan masih minimnya produk yang mendapat sertifikat halal akibat tenaga kerja yang terbatas, sehingga memakan waktu lama untuk memprosesnya.

Prosesnya lama karena tenaga yang tersedia sangat terbatas karena tim audit yang hanya ada di tingkat Jabar, belum ada di kabupaten/kota.

"Pengajuannya sertifikat halal juga berdasarkan rekomendasi Disperidag di kabupaten/kota karena mereka paham pelaku yang berhak mendapatkan fasilitas ini," katanya.

Meski demikian, ujarnya, pada tahun ini pihaknya akan mendorong pelaku usaha untuk melakukan sertifikasi halal terlebih jelang digulirkannya pasar bebas Asean 2015.

“Bagi yang melakukan sendiri dan tidak mendapat bantuan pemerintah, sertifikasi ini dikenakan tarif sekitar Rp1,6 juta untuk setiap produk.”

Menurutnya, sertifikasi halal wajib dilakukan untuk menjamin keamanan bagi konsumen di tengah daya saing dengan produk impor.

"Konsumen akan lebih aman saat mengkonsumsi produk yang sudah tersertifikasi halal," katanya.

Ferry menjelaskan saat pasar bebas Asean digulirkan, wilayah Jabar merupakan pasar potensial bagi negara Asean. Sebab, saat ini negara Thailand dan Vietnam sudah membuat tempat sertifikasi halal.

Padahal, katanya, seperti diketahui, negara tersebut mayoritas mayarakatnya non-muslim. Sehingga Ferry menilai, negara-negara tetangga di Asean sudah mempersiapkan diri jelang digulirkannya pasar bebas.

"Perlu diingat Indonesia khususnya Jabar menjadi pasar potensial yang dibidik pelaku dari negara-negara di Asean," katanya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat Dedy Widjaja mendukung penuh langkah sertifikasi halal yang dilakukan untuk produk makanan dan minuman.

Apindo mengusulkan agar biaya sertifikasi tidak terlampau mahal karena akan membebani biaya produksi.

“Kewajiban sertifikasi halal sebetulnya sangat bagus, asal jangan dipatok dengan tarif mahal. Di sini tugas pemerintah harus mendorong asal tidak memberatkan,” ujarnya .

Menurutnya, jika produk telah memiliki label halal, maka dipastikan lebih laris jika dibandingkan dengan produk serupa namun belum berlabel halal. Sebab, masyarakat tentu lebih memilih produk yang telah bersertifikasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sertifikasi halal
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top