Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hevilif Indonesia Siapkan Dana Ganti Rugi Rp1,25 Miliar

Kuasa hukum perusahaan penerbangan PT Hevilif Indonesia mempersiapkan dana Rp1,25 miliar untuk membayar ganti rugi terhadap keluarga ahli waris korban kecelakaan helikopter perusahaan tersebut.
Erwin Tambunan
Erwin Tambunan - Bisnis.com 03 Februari 2014  |  22:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kuasa hukum perusahaan penerbangan PT Hevilif Indonesia mempersiapkan dana Rp1,25 miliar untuk membayar ganti rugi terhadap keluarga ahli waris korban kecelakaan helikopter perusahaan tersebut.

“Konsekuensi atas putusan majelis hakim yang menghukum PT Hevilif Indonesia membayar ganti kerugian sebesar Rp1,25 miliar tengah dipersiapkan. Kami masih menunggu proses kelengkapan administratif dari perusahaan dengan perusahaan jasa asuransi di luar negeri,”ungkap kuasa hukum PT Hevilif Indonesia, Fredrik J.Pinakunary menjawab Bisnis, hari ini.
 
Menurut Fredrik, kliennya bersikap konsisten untuk melaksanakan putusan yang telah berkekuatan hokum tetap tersebut. “Kuasa hukum para penggugat sampai saat ini tidak mengajukan upaya hukum apa-apa, sehingga dapat dikatakan putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap,”katanya.
 
Fredrik menjelaskan pelaksanaan atas putusan yang dibacakan pada 12 November 2012 itu akan dilaksanakan paling lambat satu bulan mendatang. “Kami masih melangkapi seluruh dokumen sebelum pelaksanaan eksekusinya.”
 
Sebelumnya majelis hakim hakim menghukum PT Hevilif Indonesia agar membayar ganti kerugian bagi para penggugat yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan No.77/2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.
 
Majelis hakim berpendapat ganti kerugian yang mengacu pada Permenhub yang diberlakukan pada 8 Agustus 2011 adalahcukup beralasan untuk penggugat sebagai ahli waris korban kecelakaan pesawat.
 
Sebelumnya Ramly, sebagai kuasa hukum ibu kandung dan kakak almarhum Roy M.R.Nawawi, yakni Elen Lumenta dan Jul Chaidier Nawawi, melalui gugatan No.597/Pdt.G/2012/PN Jkt.Sel, menggugat tergugat I yaitu PT Nyaman Air (PT Hevilif Indonesia) berkaitan dengan peristiwa kecelakaan helikopter perusahaan itu di lereng Gunung Dua Saudara, Bitung, Sulawesi Utara pada 3 Agustus 2011. Korban dalam kecelakaan ini 10 orang penumpang yang meninggal dunia  yang salah satunya adalah almarhum Roy M.R.Nawawi.
 
Menurut para para penggugat yang menjadi ahli waris korban kecelakaan pesawat pernah diundang kuasa hikum tergugat I, PT Nyaman Air, yakni kantor pengacara Clyde and Co, Singapura dalam rangka membicarakan penawaran ganti rugi atas peristiwa kecelakaan penerbangan tersebut yang mana tergugat I menyatakan ganti rugi kepada penggugat adalah sebesar Rp300 juta dengan tidak memberikan perhitungan dan rincian yang pasti. Dalam gugatannya, penggugat meminta ganti kerugian Rp44 miliar.
 
Kuasa hukum para penggugat, Ramly yang dihubungi Bisnis, mengatakan putusan itu memang telah berkekuatan hukum tetap. “Klien saya tidak memberikan kuasa bagi saya untuk melakukan upaya hokum atas putusan tersebut. Meskipun sebelumnya saya pernah mengatakan akan mengajukan upaya banding atas putusan tersebut.”
 
Menurut Ramly, soal pelaksanaan eksekusi atas putusan tersebut adalah sepenuhnya diserahkan kepada kepada klien. “Soal bagaimana pelaksanaan eksekusinya adalah urusan klien. Saya hanya mendukung keinginan klien saja,”katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengadilan niaga uang ganti rugi
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top