Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pensiunan Pertamina Tagih Hak Layak Bulanan

Menurutnya, hampir semua pensiunan Pertamina era 2003 ke bawah mendapatkan uang bulanan yang tidak sepadan dengan kebutuhan hidup. Sementara pensiunan dari era 2003 ke atas mendapat jatah lebih besar.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 04 Desember 2013  |  22:45 WIB
Pensiunan Pertamina Tagih Hak Layak Bulanan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Perjuangan Pensiunan Pertamina (OP3) terus berjuang meminta keadilan terhadap manajemen Pertamina terkait kelayakan uang bulanan yang diterima organisasi tersebut.

Yusuf Wahyudi, Ketua OP3 mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan hak layak selaku pensiunan perusahaan minyak dan gas milik pemerintah tersebut.

"Kami akan terus bersuara agar ribuan pensiunan Pertamina mendapatkan uang bulanan yang sesuai," katanya kepada Bisnis, Senin (3/12/2013).

Menurutnya, hampir semua pensiunan Pertamina era 2003 ke bawah mendapatkan uang bulanan yang tidak sepadan dengan kebutuhan hidup. Sementara pensiunan dari era 2003 ke atas mendapat jatah lebih besar.

Pihaknya mengklaim pernah menerima uang bulanan dari Pertamina sebesar Rp211.000. Beruntung setelah bernegosiasi dengan Menteri BUMN era Mustafa Abubakar, uang bulanan yang diterima OP3 mendapatkan peningkatan Rp100.000-Rp200.000. "Tetapi uang sebesar itu cukup untuk apa," paparnya.

Yang lebih menghawatirkan lagi, katanya, tak sedikit pensiunan Pertamina menjadi gembel di kawasan Tanjung Priok Jakarta dan sejumlah tempat lainnya.

Mereka menjadi gelandangan untuk mendapatkan nafkah bagi kehidupan kesehariannya. Padahal, pensiunan Pertamina yang notabene kini lansia itu memiliki andil bagi perusahaan minyak dan gas yang pernah menjadi 11 terbesar dunia.

Pihaknya terus mencoba melakukan pendekatan agar uang bulanan yang diterima anggota OP3 mencapai angka ideal. Sayang, Yusuf tidak menyebutkan berapa angka ideal tersebut. "Yang jelas, minimal mencapai angka Upah Minimum Provinsi (UMP) terendah," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pensiunan
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top