Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gunung Merapi Semburkan Asap Tebal Setinggi 2.000 Meter

Gunung Merapi di Sleman DI Yogyakarta pagi ini mengeluarkan asap tebal disertai abu vulkanik membubung tinggi hingga 2.000 meter.
Pamuji Tri Nastiti
Pamuji Tri Nastiti - Bisnis.com 18 November 2013  |  07:28 WIB
Hujan abu gunung Merapi - Solopos.com
Hujan abu gunung Merapi - Solopos.com

Bisnis.com, SEMARANG - Ini konfirmasi dari siaran pers resmi pemerintah. Gunung Merapi di Sleman DI Yogyakarta pagi ini mengeluarkan asap tebal disertai abu vulkanik membubung tinggi hingga 2.000 meter.  

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers menginformasikan hembusan asap tebal dan abu vulkanik itu terjadi Senin pagi (18/11/2013) pukul 04.50-06.00 WIB.

"Hembusan disertai suara gemuruh. Letusan ini dipicu oleh gempa tektonik lokal di bawah tubuh Gunung Merapi," tuturnya hari ini, Senin (18/11/2013).

Menurut dia, sebelum embusan terjadi, gunung teraktif di dunia itu tidak menunjukkan adanya peningkatan aktivitas. Reaksi yang terjadi termasuk katerori letusan freatik.

"Kejadian ini mirip dengan letusan pada 22 Juli 2013 lalu yang tiba-tiba meletus pada pagi hari. Letusan hari ini lebih besar daripada saat itu dengan status masih normal aktif [level I]," lanjutnya.

Dalam penjelasannya, letusan freatik merupakan letusan yang berasal dari dalam lapisan litosfer akibat meningkatnya tekanan uap air. Mekanisme letusan freatik terjadi apabila air hujan jatuh ke permukaan tanah dan bersentuhan dengan magma atau tubuh batuan panas lainnya.

Selanjutnya, air yang terpanaskan akan terbentuk akumulasi uap bertekanan tinggi akibatnya tekanan yang terus bertambah akan menghancurkan lapisan penutupnya.

Sementara itu, letusan freaktif Merapi hari ini mengarah sesuai hembusan angin ke timur dan tenggara sehingga terjadi hujan pasir dan abu cukup tebal terjadi di Boyolali, sedangkan hujan abu hingga Kartosuro dan barat Kota Solo.

BNPB menerima laporan kesiapsiagaan masyarakat dan BPBD di sekitar Gunung Merapi di Boyolali, Klaten, Sleman dan Magelang cukup tinggi merespon letusan.

Berdasarkan laporan BPBD, warga di Desa Glagaharjo tepatnya di Dusun Kalitengah Lor, Kaltengah Kidul dan Srunen sekitar 600 KK sudah berada di titik kumpul di masing-masing dusun. Kelompok rentan ditempatkan di Balai Desa Glagaharjo (balita 15 jiwa, lansia 26 jiwa, ibu hamil 8 jiwa, dan disfabel 1 jiwa).

Di Klaten, kondisi masyarakat di wilayah Merapi (KRB 3) desa Balerante, Sidorejo, Tegalmulyo, Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Klaten kondusif dan masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing. Di Kecamatan Selo, Boyolali warga sempat berkumpul di titik pengungsian.

Pada pukul 07.00 WIB aktivitas gunung Merapi dilaporkan telah pulih kembali dan sedang dilakukan evaluasi di BBPTKG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung merapi gunung merapi meletus
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top