Lebih dari 70% Agen Rahasia Dirumahkan, Keamanan AS Terancam

Bisnis.com, JAKARTA—Lebih dari 70% pegawai sipil yang bekerja di sejumlah lembaga intelijen Amerika Serikat terpaksa turun status jadi pegawai 'tidak penting' dan terpaksa dirumahkan akibat penghentian anggaran belanja AS (shutdown) mulai kemarin,
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 02 Oktober 2013  |  06:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Lebih dari 70% pegawai sipil yang bekerja di sejumlah lembaga intelijen Amerika Serikat terpaksa turun status jadi pegawai 'tidak penting' dan terpaksa dirumahkan akibat penghentian anggaran belanja AS (shutdown) mulai kemarin, menurut sejumlah pejabat yang mengetahui persoalan tersebut.

Para agen rahasia yang terkena dampak shutdown tersebut adalah mereka yang bekerja di Central Intelligence Agency (CIA), Direktorat Intelijen Nasional dan 15 lembaga lainnya.

CIA akan merumahkan 12.500 pegawai sipil, menurut sumber itu. Namun pegawai di sejumlah lembaga khusus lainnya tidak diketahui nasibnya, kata pejabat tersebut sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (2/10/2013). CIA dan Gedung Putih tidak berkomentar terkait dengan fenomena tersebut.

Kendati demikian, tidak ada dari pihak milter yang berhenti bekerja, ujar pejabat yang tidak mau disebutkan namanya tersebut. Sebagian besar agen rahasia dari kalangan militer berada di bawah pengawasan Pentagon.

Shawn Turner, Kepala Pusat Penerangan Direktorat Intelijen Nasional, tidak mau berkomentar lebih jauh terkait tindakan merumahkan para agen rahasia, namun mengakui kalau shutdown berlanjut maka lembaga tersebut akan terpengaruh.

"Kemampuan intelijen dalam mengidentifikasi ancaman keamanan dan dalam memberikan informasi akan berkurang selama masa shutdown,” ujar Turner.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
as, shutdown, agen rahasia

Sumber : Reuters

Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup