Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Kepemimpinan di Indonesia Terus Berlanjut

Bisnis.com, JAKARTA—Krisis pemimpin di Indonesia bakal terus berlanjut, seiring belum ditemukannya sosok pemimpin yang mampu membawa solusi ke arah lebih baik.Rimawan Pradiptyo, Deputi Penelitian dari P2EB (Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 12 September 2013  |  20:56 WIB
Krisis Kepemimpinan di Indonesia Terus Berlanjut
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Krisis pemimpin di Indonesia bakal terus berlanjut, seiring belum ditemukannya sosok pemimpin yang mampu membawa solusi ke arah lebih baik.

Rimawan Pradiptyo, Deputi Penelitian dari P2EB (Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis) Universitas Gajah Mada, mengatakan sampai saat ini di antara para calon yang bakal maju di ajang Pilpres hanya membawa janji dan omong kosong belaka.

"Permasalahannya bukan hanya di figur saja. Tetapi adakah tokoh atau pun partai yang menawarkan sebuah rumusan jitu untuk pembangunan negeri ini? Hingga kini belum ada," paparnya kepada Bisnis, seusai diskusi Pemimpin yang Menyelesaikan Masalah di Bentara Budaya, Jakarta, Kamis (12/9/2013).

Menurutnya, buruknya kondisi perekonimian di Indonesia sejak zaman Orde Baru sampai Reformasi tidak akan pernah berubah jika sistemnya tidak diganti.

Yang jadi permasalahan lain, lanjutnya, ketika musim pemilihan umum berlangsung, baik tokoh maupun partai politik cenderung lupa dengan apa yang digembor-gemborkan saat masa kampanye.

"Maka saya ingin katakan, siapa saja yang ingin membawa aliran kiri atau kanan dalam pemerintahan ini, ya terserah. Yang jelas, mereka harus benar-benar konsisten membawa perubahan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

presiden pemimpin krisis pemimpin
Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top