Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumsel Desak Dana Bagi Hasil Perkebunan

Bisnis.com, PALEMBANG--Pemprov Sumsel meminta pemerintah pusat merealisasikan wacana dana bagi hasil sektor perkebunan terutama karet agar dapat membantu pemberdayaan petani.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 08 September 2013  |  17:31 WIB
Sumsel Desak Dana Bagi Hasil Perkebunan

Bisnis.com, PALEMBANG--Pemprov Sumsel meminta pemerintah pusat merealisasikan wacana dana bagi hasil sektor perkebunan terutama karet agar dapat membantu pemberdayaan petani.

Sekretaris Dinas Perkebunan Sumsel Anung Riyanta mengatakan selama ini petani karet belum merasakan hasil dari ekspor komoditas non migas itu, padahal lebih dari 90% kebun karet di Sumsel dikelola oleh petani rakyat.

" Seharusnya DBH untuk perkebunan bisa dijalankan sehingga ada yang bisa dikembalikan kepada rakyat, untuk pemberdayaan petani itu sendiri," katanya kepada Bisnis.com, Sabtu (7/9/2013)
Anung mengemukakan nantinya DBH tersebut dapat digunakan untuk membantu biaya produksi petani, seperti bibit dan obat-obatan.

Dia melanjutkan Disbun Sumsel sendiri cukup aktif memperjuangkan DBH untuk perkebunan ke pemerintah pusat dan DPR. Namun sampai sekarang belum menerima respon positif dari kedua lembaga di pusat itu.

"Yang penting pemerintah harus punya political will untuk membantu petani dan pengembangan perkebunan karet. Salah satunya dengan DBH ini,"katanya.

Seperti diketahui, sejumlah provinsi di Sumatra, yang mengandalkan sektor perkebunan, telah lama mengajukan usulan pemberian DBH untuk sektor tersebut.

Selain Sumsel, Sumatra Utara termasuk salah satu provinsi yang getol menginginkan program itu dapat terealisasi.

Anung menambahkan, pada era Soeharto, pemerintah pernah membuat kebijakan pajak ekspor yang dikenal dengan sebutan Cess sekitar tahun 1970-an.

"Sekarang malah Malaysia yang merupakan negara pesaing untuk ekspor karet yang memberlakukan pungutan itu,"katanya.

Terkait hilirisasi karet, tambah Anung, pihaknya juga masih berupaya untuk mempercepat penghiliran agar adanya nilai tambah dari komoditas itu.

Berdasarkan data BPS Sumsel, karet masih menjadi komoditas ekspor terbesar provinsi itu dengan pencapaian sebesar US$1,44 miliar sepanjang 6 bulan pertama 2013.

Nilai tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada 2012 yang sebesar US$1,62 miliar.

Komoditas non migas lainnya yang diekspor Sumsel adala komoditas kayu/produk kayu dan batu bara. Adapun total ekspor komoditas non migas Sumsel mencapai US$1,73 miliar. (ra)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel perkebunan bagi hasil
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top