Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ribuan Ton Tinja per Hari tak Terolah

Bisnis.com--JAKARTA--Direktur Pemukiman dan Perumahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Nugroho Tri Utomo mengungkapkan sekitar 11.000 ton tinja setiap harinya di Indonesia tidak terolah sebagaimana semestinya.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Juli 2013  |  06:01 WIB
Ribuan Ton Tinja per Hari tak Terolah
Bagikan

Bisnis.com--JAKARTA--Direktur Pemukiman dan Perumahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Nugroho Tri Utomo mengungkapkan sekitar 11.000 ton tinja setiap harinya di Indonesia tidak terolah sebagaimana semestinya.

"Itu kira-kira setara  3.500 ekor gajah sumatera," jelas Nugroho saat jumpa pers World Toilet Summit 2013 di Jakarta, Senin (22/6/2013) petang,

Menurut Nugroho, hal itu disebabkan oleh masih banyaknya penduduk Indonesia yang melakukan praktik buang air besar secara sembarangan, akibat minimnya fasilitas yang memberikan sanitasi sehat.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Organisasi Toilet Dunia atau World Toilet Organization beberapa waktu lalu, tercatat sekitar 40 juta penduduk Indonesia masih melakukan praktik buang air sembarangan.

"Sementara limbah yang berasal dari pembuangan urin secara sembarangan dan tidak diolah dengan benar, diperkirakan mencapai angka 140.000  meter kibik atau setara dengan 28.000 tangki bahan bakar minyak," tambah Nugroho.

Nugroho memaparkan bahwa di Jakarta tercatat sekitar satu juta penduduk Jakarta masih melakukan praktik buang air besar secara sembarangan.

"Ini biasanya adalah penduduk yang menetap di bantaran kali-kali yang melintasi kota Jakarta, ditambah penduduk yang memiliki prioritas kecil pada sanitasi,"  paparnya.

Pembuangan limbah manusia tersebut dilakukan di area sungai, danau, laut dan daratan.
Padahal, air sungai di ibu kota merupakan salah satu bahan baku air minum di Jakarta.

"Oleh sebab itu saya tidak heran bila 35% kematian balita disebabkan oleh diare, ini salah satunya akibat sanitasi yang buruk," tambahnya. (Antara).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bappenas tinja

Sumber : Newswire

Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top