Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diduga Mengandung Formalin, Jabar Pantau Komoditas Pangan

Kerupuk Mie (Antara)BISNIS.COM, BANDUNG - Disperindag Jabar memantau penjualan sejumlah komoditas pangan seperti tahu, baso, otak-otak, sosis dan mie basah yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin.
News Writer
News Writer - Bisnis.com 25 Juni 2013  |  14:27 WIB

Kerupuk Mie (Antara)

BISNIS.COM, BANDUNG - Disperindag Jabar memantau penjualan sejumlah komoditas pangan seperti tahu, baso, otak-otak, sosis dan mie basah yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Ferry Sofwan mengatakan pihaknya sudah mengambil sampelnya untuk diperiksa di laboratorium.

“Pada umumnya produsen tersebut tidak jelas masa kadaluarsanya karena pada kemasan tidak ada keterangan apapun," ungkap katanya di sela-sela Sidak ke sejumlah pasar di Kota Bandung, Selasa (25/6/2013).

Kepala Balai Kemetrologian Bandung Supriatna, yang ikut dalam sidak ke sejumlah pasar tersebut menambahkan, pada umumnya kesadaran pedagang untuk melakukan tera ulang timbangan yang digunakan, pada umumnya masih rendah.

"Setiap tahun sesuai aturan pedagang ini harus melakukan tera ulang di Balai Metrologi Bandung yang ada di Jalan Cinunuk. Mayoritas mereka kurang peduli dengan hal ini," ujarnya.

Menurutnya, alasan pedagangan karena tidak memiliki timbangan pengganti, apabila timbangannya ditera ulang. Pengukuran ulang alat timbang itu paling cepat butuh waktu setengah hari.(Hedi Ardia/k57)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar jabar formalin baso otak-otak
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top