Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AKUISISI BIERMINGHAM CITY: Carson Yeung Diduga Gunakan Dana Money Laundering

BISNIS.COM, JAKARTA--Pebisnis asal Hong Kong Carson Yeung diduga menggunakan uang hasil money-laundering untuk membiayai pembelian Birmingham City, salah satu klub bola Inggris. DaJaksa penuntut John Reading mengatakan Yeung menerima sekitar HK$721,3
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 05 Mei 2013  |  11:37 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Pebisnis asal Hong Kong Carson Yeung diduga menggunakan uang hasil money-laundering untuk membiayai pembelian Birmingham City, salah satu klub bola Inggris. Da

Jaksa penuntut John Reading mengatakan Yeung menerima sekitar HK$721,3 juta atau setara dengan US$93 juta dari sebuah operator kasino di Makau, perusahaan sekuritas, serta pihak-pihak lain yang belum diketahui identitasnya.

Bloomberg, Jumat (3/5), melaporkan uang tersebut disalurkan ke lima rekening miliknya selama 7 tahun hingga 2007.

Reading menuturkan jumlah dana tersebut 300 kali lipat dari total pendapatan Yeung dan ayahnya. Ayah Yeung disebutkan ikut menandatangani dua dari lima rekening tersebut.

Yeung, yang dulunya merupakan penata rambut sebelum beralih menjadi pebisnis dan petinggi di Grandtop International Holdings Ltd., telah menegaskan dirinya tidak bersalah terhadap tuduhan itu. Graham Harris, kuasa hukumnya, menerangkan kliennya itu menerima penghidupan dari saham.

The Hong Kong Monetary Authority, atau otoritas moneter di wilayah tersebut, mengungkapkan mereka telah melebarkan operasi anti pencucian uangnya sebesar dua kali lipat.

Wilayah yang dikembalikan oleh Inggris kepada Cina pada 1997 itu mencatat setidaknya terjadi 23.282 transaksi mencurigakan, baik yang dilaporkan oleh bank maupun pihak lainnya yang terkena kewajiban lapor. Awal tahun ini, pemerintah Hong Kong berhasil mendapatkan kembali HK$20 miliar dari berbagai kasus money-laundering yang terjadi.

Grandtop International membeli 29,9% saham Birmingham City, dengan nilai US$23 juta atau £15 juta. Yeung kemudian membeli seluruh saham klub tersebut pada 2009, dengan harga £81,5 juta. Setelah itu, Grandtop mengubah namanya menjadi Birmingham International Holdings Ltd.

Reading menuding sepertiga dari harga pembelian pertama dibayarkan langsung dari rekening bank yang terkait dengan pencucian uang.  (Bloomberg/if)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

birmingham city carson young akuisisi saham money laundering.
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top