BISNIS AIR KEMASAN: Banyak Pabrik Masuk Jateng, Aspadin Pede Pertumbuhan Naik 30%

BISNIS.COM, SEMARANG--Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) optimistis tahun ini pertumbuhan industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Jawa Tengah dapat meningkat hingga 30% dibandingkan 2012, seiring banyaknya perusahaan yang
Puput Ady Sukarno | 18 April 2013 18:36 WIB

BISNIS.COM, SEMARANG--Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) optimistis tahun ini pertumbuhan industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Jawa Tengah dapat meningkat hingga 30% dibandingkan 2012, seiring banyaknya perusahaan yang bakal merelokasi pabriknya di provinsi ini.


Ketua Aspadin Jawa Tengah, R. Andaru Eko Utomo mengatakan saat ini Provinsi Jawa Tengah sedang menjadi primadona tujuan investasi sejumlah perusahaan yang akan merelokasikan pabriknya di sini, dan ini menjadi peluang pelaku industri amdk untuk dapat semakin berkembang.

“Dengan banyaknya industri yang bakal masuk Jateng, pasti diiringi dengan penyerapan tenaga kerja cukup besar, maka otomatis tingkat konsumsi air masyarakat akan semakin meningkat. Tahun ini, kami berharap dapat tumbuh antara 25%-30%,” tuturnya, kepada Bisnis, Kamis (18/4/2013).

Dia mengatakan, target pertumbuhan sebesar itu, mengalami peningkatan dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan sepanjang tahun lalu di Jawa Tengah yang rata-rata sekitar 15%-20%.

Menurutnya meningkatnya permintaan terhadap konsumsi amdk tersebut, seiring dengan perubahan pola konsumsi maupun penilaian masyarakat terhadap kebutuhan air minum, dari yang dulunya masih memasak air sendiri, berubah menjadi gaya hidup yang praktis, dan cepat.

“Selain itu, dibeberapa daerah juga masih mengalami kendala mendapatkan sumber air baku layak minum, sehingga masyarakat banyak yang memilih membeli amdk, karena dianggap lebih higienis dan praktis,” tuturnya.

Pihaknya saat ini akan terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk yang berlogo Aspadin, karena dipasaran saat ini masih banyak beredar produk amdk yang tidak berlogo Aspadin, yang bukan anggota Aspadin, sehingga belum terjamin kualitasnya.

“Untuk konsumsi amdk di tanah air saat ini sudah mencapai sekitar 70 liter/kapita/tahun, namun masih lebih rendah dibandingkan dengan Tahiland yang sudah mencapai 100 liter/kapita/tahun,” tuturnya.

Menurutnya, seiring tingginya permintaan dan menangkap peluang, banyak perusahaan amdk yang melakukan penambahan kapasitas produksinya, baik dengan mengakuisisi perushaan lain maupun pembangunan pabrik baru, diantaranya seperti Aquaria dan Aqua.

“Khusus Aquaria di Jateng, saat ini dari volume amdk smallpack (gelas dan botol) yang dinikmati konsumen sebesar 2 juta karton dan 550 galon/bulan, akan meningkat menjadi sekitar 3 juta karton untuk smallpack dan 950 galon/hari, karena baru saja mengakuisisi salah satu perusahaan di Semarang,” ujar Bussines and Development Manager Aquaria itu.

Wakil Sekretaris Jenderal Aspadin Sudarman Dolo mengaku pertumbuhan industri amdk secara nasional diperkirakan hanya akan mencapai sekitar 15%-20%.

“Penjualan amdk hingga akhir tahun ini diprediksikan mencapai 22,7 miliar liter, naik 15% dari tahun lalu 19,8 miliar liter. Tahun lalu pertumbuhannya sekitar 12%, dan tahun ini kami optimistis mampu tumbuh lebih baik lagi, paling tidak 15%,” ujarnya.

Pihaknya tidak mengharapkan pertumbuhan yang lebih besar lagi mengingat tahun ini banyak regulasi pemerintah yang berkaitan dengan penyesuaian tarif, seperti listrik, pajak air bawah tanah, isu bahan bakar minyak, dan lainnnya, sehingga tentu akan berdampak bagi perkembangan industri ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bisnis, jateng, jawa tengah, aspadin, bisnis air kemasan, air kemasan

Editor : Yoseph Pencawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top