Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HYUNDAI & KIA Recall 1,7 Juta Mobil di AS

BISNIS.COM, WASHINGTON--Produsen otomotif terbesar di Korea Selatan, Hyundai Motor Co. dan perusahaan afiliasinya Kia Motors Corp. melakukan recall terhadap 1,7 juta kendaraan di Amerika Serikat.  Seperti dilansir Bloomberg, Kamis (4/4/2013), recall
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 04 April 2013  |  14:58 WIB

BISNIS.COM, WASHINGTON--Produsen otomotif terbesar di Korea Selatan, Hyundai Motor Co. dan perusahaan afiliasinya Kia Motors Corp. melakukan recall terhadap 1,7 juta kendaraan di Amerika Serikat. 

Seperti dilansir Bloomberg, Kamis (4/4/2013), recall tersebut dilakukan pada lima jenis model karena kecacatan di sistem elektronik.

Sebanyak 1,1 juta unit kendaraan Hyundai terdeteksi memiliki bagian sistem yang tidak berfungsi sehingga dapat menyebabkan lampu rem tidak menyala. Hal tersebut, seperti diumumkan Hyundai di situs U.S. National Highway Traffic Safety Administration, dapat meningkatkan resiko kecelakaan di jalan raya.

Sementara itu, Kia juga melakukan recall sebanyak 623.658 unit kendaraan untuk masalah yang sama. Namun menurut juru bicara Hyundai di Amerika, tidak berfungsinya saklar elektrik ini tidak mempengaruhi kinerja rem.

"Kejadian ini tampaknya tidak menjadi isu yang dapat menurunkan pencitraan merek Kia dan Hyundai di Amerika Serikat," ujar fund manager di Shinhan BNP Paribas Asset Management Co., Im Jeong Jae. "Penurunan harga saham yang terjadi saat ini merupakan respon yang berlebihan."

Baik Kia dan Hyundai tercatat telah menjual 1,26 juta mobil dan truk ringan di Amerika Serikat tahun lalu. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hyundai kia

Sumber : Christine Franciska

Editor : Others

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top