Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

SIDANG KONKLAF: Lebih Dari 1.196 Juta Umat Katolik Menunggu Asap Putih Mengepul

BISNIS.COM, VATIKAN—Pidato terakhir Paus Benediktus XVI pada Rabu (27/2/2013) dengan diawasi oleh lebih dari 150.000 orang peziarah di Lapangan Gereja Basilica St Petrus, Roma Italia menjadi titik kulminasi dari kepemimpinan mantan kardinal Joseph

BISNIS.COM, VATIKAN—Pidato terakhir Paus Benediktus XVI pada Rabu (27/2/2013) dengan diawasi oleh lebih dari 150.000 orang peziarah di Lapangan Gereja Basilica St Petrus, Roma Italia menjadi titik kulminasi dari kepemimpinan mantan kardinal Joseph Ratzinger itu.

“Saya tidak ingin melakukan perjalanan, menggelar dan mengikuti pertemuan, resepsi, dan konferensi dan lain-lain. Saya tegaskan, saya ingin mengabdikan diri kepada kehidupan doa,” katanya seperti dikutip dari kantor berita Italia, ANSA.

Dengan berakhirnya tugas sang Paus maka pada Selasa malam (12/3/2013) waktu setempat menjadi waktu pemilihan Paus yang baru dari hasil kesepakatan konklaf yang diikuti oleh 115 kardinal di seluruh dunia.

Para kardinal yang kesemuanya berusia di bawah 80 tahun memasuki Kapel Sistina untuk mengikuti konklaf dengan sebelumnya mengucapkan sumpah kerahasiaan usai Kardinal Guido Marini yang memimpin prosesi, menyatakan Extra Omnes (everybody out), lalu pintu kapel pun dikunci.

Angels and Demons

Kejadian tersebut sama dengan penggalan cerita dalam film Angels and Demons yang dirilis pada 2009 dari novel dengan judul yang sama karya Dan Brown.

Film yang disutradarai Ron Howard dan pemeran utama Tom Hanks, Ayelet Zurer, dan Ewan McGregor itu juga memperlihatkan ‘sedikit’ tentang prosesi konklaf dalam ruang tertutup dengan tanda asap putih di cerobong jika Paus yang baru terpilih.

Dalam film tersebut juga ditayangkan bagaimana para kardinal harus meninggalkan semua kontak dengan dunia luar, baik itu koran, televisi, dan juga telepon genggam untuk mengikuti konklaf.

Demikian juga orang luar tidak diperbolehkan menghubungi para kardinal yang mengikuti konklaf, jika dilanggar kardinal yang melanggar aturan ini akan mendapat sanksi pengucilan.

Namun, pemungutan suara para kardinal itu hingga Rabu (13/3) pagi waktu Indonesia belum mendapatkan pengganti Paus Emeritus Benediktus XVI, karena pada votting pertama asap hitam masih mengepul dari cerobong kapel.

Asap tersebut menandakan pemungutan suara perdana belum mendapatkan minimal dua pertiga suara untuk satu kandidat Paus yang baru.

Jika belum diperoleh nama yang baru maka para kardinal masih harus terus melakukan pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung sebanyak empat kali dalam sehari, mulai Rabu (13/3).

Berdasarkan sejarah konklaf selama ini, pemungutan suara perdana memang tidak diharapkan langsung dapat memperoleh suara mayoritas untuk kandidat Paus dari para kardinal yang hadir.

Ensiklopedi Wikipedia menyebutkan konklaf (conclave) dapat sebagai pertemuan para cardinal gereja Katolik yang diadakan untuk memilih Paus yang baru.

Selain itu, konklaf juga dapat diartikan sebagai ruang tempat para kardinal bersidang untuk memilih Paus baru.

Kata conclave sendiri berasal dari bahasa Latin Cum yang artinya bersama atau dengan, ditambah dengan kata Clavis (kunci).

Kata itu digunakan pertama kali oleh Paus Gregorius X pada Juli 1274 di saat mengumumkan peraturan prosedur pemilihan Paus, yang dilakukan di dalam sebuah lokasi pertemuan yang ditutup rapat, dengan lokasi biasanya di Kapel Sistina

Saat ini, hasil konklaf berupa asap putih dinanti oleh lebih dari 1.196 juta warga Katolik di seluruh dunia untuk mendapatkan Paus yang baru menggantikan Paus Benediktus XVI.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : R Fitriana
Editor : Others
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper