PDAM TIRTA MANGGAR siapkan jaringan listrik mandiri

 
Arma Editor
Arma Editor - Bisnis.com 29 April 2012  |  18:30 WIB

 

BALIKPAPAN: PDAM Tirta Manggar berencana untuk membangun pembangkit listrik bertenaga surya (PLTS) atau bertenaga angin guna memenuhi kebutuhan daya listrik di Waduk Manggar yang mencapai 2 MW.
 
Direktur Utama PDAM Tirta Manggar M. Saufan mengatakan selama ini pasokan listrik banyak bergantung pada PT PLN (Persero) Cabang Balikpapan, baik untuk meningkatkan kualitas air maupun menyalurkannya pada rumah pelanggan.
 
“Kalau bergantung sepenuhnya pada PLN ketika terjadi pemadaman juga akan terpengaruh karena energi juga berkurang. Kami upayakan membangun pembangkit baru untuk mengantisipasi hal itu,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis  hari ini.
 
Saufan menambahkan pihaknay sudah mendapatkan tawaran pembangunan pembangkit dari investor. Rencananya, PDAM Tirta Manggar masih akan melakukan studi kelayakan untuk menentukan sumber energi yang akan dilakukan.
 
“Sebagai pertimbangan apakah menggunakan angin atau matahari. Kalau hanya sekilas, dua-duanya kan punya potensi di Balikpapan,” ujarnya.
 
Pembangunan awal rencananya akan dilakukan di Manggar yang memiliki kontur landai dan berada di pinggir pantai. Sayangnya, angka investasi yang ditawarkan oleh investor tersebut belum bisa diketahui.
 
Penambahan energi listrik ini juga diproyeksikan untuk meningkatkan kapasitas produksi air di Waduk Manggar menjadi 1.000 liter per detik dari kondisi saat ini yang mencapai 900 liter per detik. Peningkatan produksi ini akan memperluas jangkauan pelanggan Waduk Manggar yang saat ini melayani 60.000 pelanggan.
 
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Patly Parakkasi mengatakan pembangunan pembangkit baru oleh PDAM Tirta Manggar sudah waktunya untuk segera direalisasikan. 
 
“Listrik memang kendala utama bagi PDAM. Sehingga kalau ada rencana itu kami dorong agar segera direalisasikan,” tuturnya.
 
Patly mengatakan pemanfaatan tenaga bayu ataupun tenaga surya juga akan mengurangi biaya produksi yang banyak berasal dari energy listrik. Berdasarkan data yang diterimanya, PDAM harus mengeluarkan sekitar Rp1,5 miliar per bulan untuk membayar listrik kepada PLN.
 
Adanya tenaga cadangan dari pembangkit bertenaga surya dan bertenaga bayu juga diharapkan menambah kelancaran penyaluran air kepada pelanggan di seluruh Balikpapan.
 
 3.000 Daftar tunggu 
 
Saufan mengatakan pihaknya juga menargetkan untuk mengurangi daftar tunggu yang saat ini sudah mencapai 3.000 pengajuan. Apabila daftar antrian itu sesuai dengan persyaratan PDAM, pihaknya akan segera memasang instalasi jaringan air di rumah pelanggan.
 
“Seperti terjangkau oleh jaringan pipa induk, tidak berada pada daerah kritis atau kawasan yang tidak diperuntukkan untuk bangunan rumah menjadi syarat yang harus dipenuhi,” tegasnya.
 
Kepala Bagian Humas PDAM Tirta Manggar Gazali Rakhman menambahkan pihaknya juga berencana bekerja sama dengan pengembang perumahan untuk menekan daftar antrian pemasangan baru.
 
“Mekanismenya pengembang yang membangun jaringan ke rumah sementara kami hanya menyambung dari pipa induk saja,” ujarnya.
 
Pengembang perumahan yang banyak masuk ke Balikpapan, seperti di kawasan Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur, sudah mulai menjajaki peluang tersebut. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top