KAPAL IKAN: 6 Kapal ikan asal Jateng diamankan

BALIKPAPAN: Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) mengamankan enam kapal penangkap ikan asal Jateng ketika berada di Selat Makassar, wilayah Kotabaru, Kalsel, Senin malam.Keenam kapal penangkap ikan jenis cantrang yang berbobot masing-masing 30
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 April 2012  |  18:11 WIB

BALIKPAPAN: Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) mengamankan enam kapal penangkap ikan asal Jateng ketika berada di Selat Makassar, wilayah Kotabaru, Kalsel, Senin malam.Keenam kapal penangkap ikan jenis cantrang yang berbobot masing-masing 30 gross ton (GT) ini adalah KM Arta Mina Rizki, KM Arta Mina Barokah, KM Era Sanjaya, KM Arta Mina Unggul, KM Sidomulyo, dan KM Sumber Rejeki Putra II. Kapal tersebut diamankan oleh kapal pengawas Hiu 002 milik Bakorkamla yang sedang berpatroli di Selat Makassar.Sulaiman, Staf Koordinator Kegiatan Bakorkamla, belum bersedia menyebutkan alasan pengamanan kapal ikan tersebut. "Proses pemeriksaan masih dilakukan," ujarnya, Selasa, 10 April 2012.Koordinator Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Balikpapan Hamzah Kharisma juga belum mau berkomentar terkait pengamanan kapal-kapal ini. "Tunggu pemeriksaan dari Bakorkamla saja," katanya.Beberapa anak buah kapal belum menerima pernyataan secara resmi alasan pengamanan kapal mereka di Dermaga Kampung Baru, Balikpapan.Santoso, ABK dari KM Sumber Rejeki Putra II, menduga pengamanan ini disebabkan oleh kapalnya yang memasuki perairan yang tidak sesuai izin kapal."Izin kapal kami memang hanya di Laut Jawa. Ketika diamankan, kami memang berada di atas Selat Makassar. Kami tahu itu salah, tapi semoga itu bukan sesuatu yang membuat kami harus berada di sini berhari-hari," katanya.Menurut Santoso, kapal sedang dalam perjalanan pulang ke Jateng saat ditangkap kapal patroli tersebut. Kapal tersebut berangkat dari Rembang dan Juwana Pati, Jateng, pada Minggu. Muatan di masing masing kapal sudah terisi sekitar 1 ton tangkapan. (22/tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rachmad Subiyanto

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top