BANK MUAMALAT ekspansi ke Kaltim

 
Arma Editor | 04 April 2012 20:26 WIB

 

BALIKPAPAN: PT Bank Muamalat Indonesia Tbk berencana menambah jaringan kantor cabang di Area Kalimantan sebanyak 11 kantor guna merealisasikan target penghimpunan dana dari pihak ketiga yang dipatok tumbuh 63% dari Rp1,130 triliun pada posisi akhir Desember 2011 menjadi Rp1,8 triliun pada akhir 2012.
 
Agus Darmawan, Area Manager Kalimantan Bank Muamalat, mengatakan penambahan kantor ini karena dana nasabah masih menguasai sekitar 63% dari perhimpunan DPK Bank Muamalat. “Utamanya untuk produk giro dan tabungan,” ujarnya dalam konferensi pers, hari ini.
 
Saat ini Bank Muamalat Area Kalimantan membawahi 5 kantor cabang utama, 8 kantor cabang pembantu dan 14 kantor kas. Dia menambahkan penambahan kantor pelayanan itu meliputi kantor cabang pembantu, kantor kas dan layanan mobile.
 
Selain penambahan kantor pelayanan, Agus mengatakan Bank Muamalat juga melakukan penambahan lokasi anjungan tunai mandiri (ATM). Secara nasional, jumlah ATM ditargetkan bisa mencapai 325 unit sampai akhir tahun 2012.
 
“Kalau area Kalimantan ditargetkan bisa bertambah sekitar 15 unit ATM sehingga menjadi 55 unit pada akhir 2012,” tukasnya.
 
Layanan Internet banking, yang akan diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan, diharapkan juga bisa menjadi salah satu daya tarik bagi nasabah. Demikian halnya juga dengan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dalam pembayaran SPP.
 
“Kebetulan untuk kerja sama dengan perguruan tinggi pilot project-nya di Samarinda dan cukup memuaskan hasilnya. Sehingga pada tahun ini sudah ada beberapa kerja sama dengan perguruan tinggi lain dengan mekanisme yang sama,” katanya.
 
Agus mengakui Kalimantan memiliki potensi yang besar dalam penghimpunan dana nasabah. Penambahan kantor layanan, ATM serta inovasi dalam pelayanan diharapkan bisa merealisasikan target DPK yang sudah ditetapkan.
 
Sementara untuk sektor pembiayaan, Agus mengatakan pertumbuhan yang ditargetkan juga cukup besar yakni sekitar 50% dari Rp850 miliar menjadi Rp1,2 triliun.
 
“Utamanya untuk sektor pendukung jasa industri komoditas seperti batubara dan sawit menjadi salah satu unggulan.
Porsinya mencapai 25% hingga 30% dari nilai penyaluran kredit tahun lalu,” ungkapnya.
 
Agus menuturkan salah satu strategi Bank Muamalat ke depan adalah menyasar sektor retail yang berarti berkaitan erat dengan pendukung jasa industri. Selain itu, adapula pembiayaan sektor konsumer yang masih memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan. 
 
Salah satu segmen konsumer yang ingin dibidik adalah pembiayaan perumahan yang menyasar pada pengembang maupun pembeli. Kendati ada pembataasan nilai agunan sebesar maksimal 70% dari nilai rumah, Agus optimis hal tersebut tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit KPR.
 
Dia mengatakan regulasi tersebut akan menjadikan perbankan semakin berhati-hati dalam menyalurkan kredit perbankan.
 
Hanya saja, Agus berpendapat sebaiknya aturan tersebut bisa diberikan pada perbankan yang memiliki rasio non-performing finance (NPF) di atas angka yang diberikan oleh BI. Namun, pihaknya tetap siap untuk mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan tersebut. (sut) 

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top