Pengembang khawatirkan pembatasan BBM

JAKARTA: Kalangan pengembang sedikit was-was terkait dengan implementasi kebijakan pembatasan BBM bersubsidi pada Maret 2011 yang berpotensi mendorong inflasi serta penaikan harga bahan bangunan.
Heri Faisal | 22 Desember 2010 06:55 WIB

JAKARTA: Kalangan pengembang sedikit was-was terkait dengan implementasi kebijakan pembatasan BBM bersubsidi pada Maret 2011 yang berpotensi mendorong inflasi serta penaikan harga bahan bangunan.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP-REI) Setyo Maharso mengatakan pembatasan BBM bersubsidi secara langsung tak mengganggu masyarakat berpenghasilan rendah.

Pada tahun depan, jelasnya, pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan baru dalam Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebagai pengganti skema subsidi bunga dan uang muka.

Diharapkan, FLPP akan berjalan dengan baik mengatasi masalah perumahan sehingga pembatasan BBM tak mengganggu daya beli masyarakat berpenghasilan rendah [MBR], katanya dalam pemaparan Perkembangan Sektor Properti 2011, hari ini

Namun, dia khawatir apabila pembatasan tersebut memicu aksi para spekulan menimbun BBM. Aksi kalangan spekulan ini yang kami khawatirkan. Jika terjadi penimbunan, akan terjadi gejolak di masyarakat sehingga pembangunan perumahan dapat terhambat. Sejauh ini, kami tetap yakin pembatasan itu tak akan berdampak signifikan terhadap target kami, katanya.

Pada 2011, jelasnya, REI menargetkan pembangunan rumah sejahtera tapak bagi masyarakat berpenghasilan rendah mencapai 120.000 unit atau sama dengan target pada 2010. Adapun, target pembangunan rumah sejahtera susun masih sekitar 30.000 unit satuan rumah susun (sarusun).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top