Pilpres 2019: Bisa Jadi Jokowi Pilih Cawapres Seperti Ini

Politisi PDIP Maruarar Sirait mengatakan kalau elektabilitas Presiden Jokowi terus meningkat maka calon wakil presiden tidak akan dipilih berdasar faktor elektabilitas juga.
John Andhi Oktaveri | 28 Februari 2018 17:10 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan ketika meresmikan pabrik PT Kalbio Global Medika yang merupakan anak usaha dari PT Kalbe Farma, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/2/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Kabar24.com, JAKARTA--Politisi PDIP Maruarar Sirait mengatakan kalau elektabilitas Presiden Jokowi terus meningkat maka calon wakil presiden tidak akan dipilih berdasar faktor elektabilitas juga.

Bukan mustahil cawapres yang akan mendampingi Jokowi dipilih berdasarkan aspek kenyamaman untuk berpasangan, bukan lagi faktor elektabilitas.

Menurut Maruarar, yang akrab disapa Ara tersebut, variabel pilihan itu merupakan salah satu dari empat faktor yang menjadi pertimbangan PDIP bagi cawapres yang akan mendampingi Jokowi.

Ara mencontohkan saat elektabilitas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada pemilu 2009 yang tinggi. Saat itu SBY memilih pendampingnya sesuai dengan kenyamanan dirinya, bukan pada elektabilitasnya. Ketika itu SBY memilih Boediono sebagai calon wakil presiden pendampingnya.

"Kalau elektabilitas Jokowi tinggi sekali, maka akan memilih cawapres berdasarkan kenyamanan,” ujarnya.

Akan tetapi, Ara tidak mengesampingkan faktor elektabilitas cawapres yang akan menjadi penentu kemenangan pada Pilpres 2019 sebagai faktor pertimbangan lainnya.

“Kalau Jokowi elektabilitasnya tidak aman, maka yang meningkatkan suara tentu jadi pertimbangan,” ujarnya.

Ketiga dan yang paling ideal adalah gabungan antara kenyamanan dan nilai tambah terhadap elektabilitas," katanya.

Pasalnya, dalam politik, menang itu penting, tegas Ara saat berbicara pada diskusi Populi Center, Rabu (28/2/2018).

Terakhir, kata Ara, Jokowi bisa melihat apa yang harus dilakukan jika terpilih kembali sebagai Presiden pada Pilpres 2019.

"Sebagai presiden, Jokowi akan melihat ke depan ke tahun 2024. Dia kan membangun fondasi soal infrastruktur, makro, mikro ekonomi, tentu Jokowi berkepentingan apa yang dia bangun bisa berkelanjutan," ujarnya.

“Apakah Jokowi memilih wakil hanya sebagai wakilnya saja, atau memilih wakil yang menjadi presiden pada 2024. Itu dua hal berbeda sama sekali. Itu manusiawi menurut saya,” ujarnya.

Ara menambahkan Jokowi akan memastikan bagaimana visi misi itu bisa berkelanjutan dan berkesinambungan sehingga memilih orang yang tepat untuk mendampinginya.

Hingga kini parpol yang telah menyatakan dukungannya kepada Jokowi untuk maju Pilpres 2019 yaitu Partai NasDem, Partai Golkar, PPP, dan Hanura, dan terakhir PDIP. PKB baru akan menentukan sikapnya pada Rapat Pimpinan Nasional Juni mendatang.

 

Tag : jokowi, Pilpres 2019
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top