Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

12 Penumpang Qatar Airways Rute Doha-Irlandia Terluka Akibat Turbulensi

Sebanyak 12 penumpang terluka saat terjadi turbulensi di pesawat Qatar Airways dengan rute penerbangan Doha ke Irlandia.
Jejak ledakan terlihat di langit di atas kota selama serangan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia di Ukraina, di Kyiv, Ukraina 3 Mei 2023. REUTERS/Gleb Garanich
Jejak ledakan terlihat di langit di atas kota selama serangan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia di Ukraina, di Kyiv, Ukraina 3 Mei 2023. REUTERS/Gleb Garanich

Bisnis.com, JAKARTA -- Sebanyak 12 penumpang terluka saat terjadi turbulensi di pesawat Qatar Airways dengan rute penerbangan Doha ke Irlandia, demikian laporan dari otoritas Bandara Dublin, Minggu (26/5/2024).

Kendati demikian, otoritas melaporkan bahwa pesawat berhasil mendarat dengan selamat dan tiba sesuai jadwal.
Penerbangan QR017 dengan pesawat Boeing 787 Dreamliner, mendarat sebelum jam 1 siang, waktu Dublin (1200 GMT).

“Saat mendarat, pesawat langsung disambut oleh layanan darurat, termasuk Polisi Bandara dan departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kami, karena 6 penumpang dan 6 awak [total 12] di dalamnya melaporkan cedera setelah pesawat mengalami turbulensi saat mengudara di atas Turki,” demikian dilansir dari Reuters.

Sementara itu, stasiun penyiaran Irlandia RTE, mengutip pernyataan penumpang yang tiba di bandara, mengatakan insiden itu berlangsung kurang dari 20 detik dan terjadi saat layanan makanan dan minuman.

Qatar Airways mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “sebagian kecil” penumpang dan awak mengalami luka ringan akibat insiden tersebut.

Namun demikian, pihak maskapai tidak menjelaskan secara perinci insiden tersebut, mereka hanya mengatakan masalah tersebut masih dalam penyelidikan internal.

Adapun turbulensi yang menimpa Qatar Airways hanya terjadi 5 hari setelah penerbangan Singapore Airlines dari London ke Singapura terpaksa mendarat di Bangkok karena turbulensi parah. Kejadian ini menewaskan seorang pria Inggris berusia 73 tahun dan menyebabkan 20 lainnya dalam perawatan intensif.

Kecelakaan penerbangan terkait turbulensi adalah jenis yang paling umum, menurut studi tahun 2021 yang dilakukan oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS.

Dari tahun 2009 hingga 2018, badan AS tersebut menemukan bahwa turbulensi menyumbang lebih dari sepertiga kecelakaan penerbangan yang dilaporkan dan sebagian besar mengakibatkan satu atau lebih cedera serius, namun tidak ada kerusakan pada pesawat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper