Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

World Water Forum 2024: Pak Bas dan Cerita di Balik 'RI Jadi Tuan Rumah'

Lobi-lobi yang dilancarkan pemerintah, termasuk Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, berbuah keberhasilan Indonesia jadi tuan rumah World Water Forum 2024.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berjabat tangan dengan Presiden World Water Council Loic Fauchon (ketiga kiri) disaksikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri), Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kiri) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) seusai membuka World Water Forum ke-10 2024 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (20/5/2024). - Media Center Wolrd Water Forum 2024/Aprillio Akbar/nym.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berjabat tangan dengan Presiden World Water Council Loic Fauchon (ketiga kiri) disaksikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri), Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kiri) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) seusai membuka World Water Forum ke-10 2024 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (20/5/2024). - Media Center Wolrd Water Forum 2024/Aprillio Akbar/nym.

Bisnis.com, JAKARTA — Beberapa hari terakhir ini hingga Sabtu mendatang jelas menjadi pekan tersibuk bagi Pak Bas. Demikian sapaan akrab Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Ditemui secara tak sengaja di Bandara Soekarno Hatta ketika akan bertolak ke Bali, Kamis (16/5/2024), Pak Bas sempat bercerita. Tidak banyak memang, tetapi, setidaknya mengonfirmasi cerita yang diperoleh Bisnis belum lama ini. Cerita itu mula-mula datang dari Endra S. Atmawidjaja, Staf Ahli PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan.

Kurang lebih selama lebih dari 1 pekan, Pak Bas akan berada di Bali. Tuan rumah penyelenggaran event besar berskala internasional World Water Forum 2024. Gelaran ini berlangsung pada 18—25 Mei 2024.

Gegap gempita World Water Forum mungkin tidak seperti dua event berskala internasional yang dihelat di Tanah Air sebelumnya. Terakhir, pada 2023, RI baru saja menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT Asean. Pada tahun sebelumnya, RI juga menjadi tuan rumah perhelatan event besar KTT G20.

World Water Forum mungkin tidak setenar event-event yang pernah dihelat di Tanah Air itu. Namun, ini tak berarti gelarannya kalah penting dengan event yang pernah terjadi sebelumnya di Indonesia.

Bukan tanpa usaha event tersebut berlabuh di Indonesia. Bali, tepatnya. Pak Bas adalah orang yang ‘getol’ memperjuangkan RI agar menjadi tuan rumah World Water Forum pada 2024. Demikian cerita Endra kepada Bisnis, belum lama ini.

Cerita ini pun terkonfirmasi dari Pak Bas

Masih teringat dengan jelas dalam memori Pak Bas. Di New York UN Water Forum, kala itu, pada 2019. Lobi-lobi dilancarkan. Salah satu yang jadi sasaran lobi Pak Bas adalah Loic Fauchon, Presiden World Water Council (WWC).

Tak gampang melobi Fauchon. Maklum, sebagai Presiden WWC, tentu saja Fauchon ingin bersikap netral. Tak mau dipandang berpihak pada negara tertentu.

Pasalnya, persoalan menjadi tuan rumah ini bukan gampang. Semua negara anggota ‘berebut’ menjadi tuan rumah. Tempat penyelenggaraan event soal hal yang paling mendasar dalam hidup manusia. Water. Air.

World Water Forum ke-10 kali ini juga mengundang magnet luar biasa. Tak heran yang hadir pun luar biasa banyaknya. Data terakhir, kurang lebih 20.000 orang dari 148 negara hadir dalam gelaran tersebut, termasuk delegasi VVIP yang terdiri dari 8 kepala negara dan wakil kepala pemerintahan, 3 utusan khusus, dan 38 menteri.

Elon Musk juga turut hadir dalam event tersebut. Kehadirannya bahkan menyedot perhatian tersendiri. CEO Space X sekaligus Tesla Inc., itu dijemput secara khusus oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Minggu (19/5/2024). Elon juga hadir untuk meresmikan layanan Internet Starlink, kerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI.

World Water Forum ke-10

World Water Forum adalah forum internasional sektor air yang diadakan oleh World Water Council atau Dewan Air Dunia. Forum tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan dunia.

WWC dibentuk pada 1996 dan berbasis di Marseille, Prancis. Sampai saat ini, Dewan Air Dunia beranggotakan 260 organisasi, yang datang dari 52 negara di lima benua di dunia. Adapun, misi Dewan Air Dunia adalah mengumpulkan komunitas internasional untuk meyakinkan para pengambil keputusan bahwa air adalah prioritas politik untuk pembangunan yang adil dan berkelanjutan di bumi ini. Setiap 3 tahun, para anggota berkumpul. Tentu saja, di negara yang ditunjuk menjadi tuan rumah. 

Berdasarkan penelusuran Bisnis, ada empat organisasi baik pemerintahan, swasta, maupun profesional yang masuk dalam keanggotaan Dewan Air Dunia; yakni Indonesia National Committee on Large Dams (Inacold), Indonesia Water Institute (IWI), Indonesian Association of Hydraulic Engineers (IAHE/HATHI), dan Kementerian PUPR. 

Endra S. Atmawidjaja sebelumnya mengungkapkan bahwa World Water Forum ke-10 di Bali—dengan tema Water for Shared Prosperity—menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk mendorong dan memimpin dunia mengatasi persoalan air untuk keberlangsungan kehidupan.

"Indonesia akan memberi pengaruh besar terhadap arah kebijakan di bidang air ini. Dan sejak awal pada berbagai forum Indonesia memang konsisten mendorong persoalan air untuk dibahas di level tertinggi. Harus ada dorongan kuat dari para pengambil kebijakan," ujarnya.

Secara khusus ada tiga hal yang menjadi misi Indonesia untuk disepakati pada pertemuan di Bali, yaitu Center of Excellence on Water and Climate Resilience, mainstream integrated water management in small islands, dan kegiatan rutin World Lake Days atau Hari Danau Sedunia.

"Poin terakhir karena harus kita akui, banyak danau atau situ yang hilang baik di Indonesia maupun negara lain, dan ini menjadi penting untuk dibahas karena danau menjadi salah satu sumber baku, energi bahkan pengendali banjir," ujar Endra.

Presiden Joko Widodo membuka secara resmi Forum Air Sedunia ke-10 di Bali International Convention Center(BICC) Nusa Dua Bali, Senin (20/05/2024) - Humas Setkab/Rahmat
Presiden Joko Widodo membuka secara resmi Forum Air Sedunia ke-10 di Bali International Convention Center(BICC) Nusa Dua Bali, Senin (20/05/2024) - Humas Setkab/Rahmat

Bagi Indonesia, menjadi tuan rumah bukan soal prestise semata. Lebih dari itu, ada sebuah perjuangan besar yang sedang diusung. Apalagi di tengah kondisi dunia saat ini, di mana dampak perubahan iklim kian nyata.

Yang paling konkrit, tentu saja RI membidik proyek strategis terkait air dan sanitasi bernilai miliaran. Berdasarkan catatan Bisnis, sebanyak 120 proyek strategis terkait air dan sanitasi bernilai US$9,4 miliar akan disepakati di sela-sela gelaran World Water Forum ke-10. Kerja sama strategis tersebut merupakan concrete deliverables yang ditargetkan bakal tercapai dalam forum tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat membuka Rakor Panitia Nasional World Water Forum ke-10 di Bali, di Laguna Resort and Spa, Kamis (16/5/2024).

Tentu saja, triliunan nilai investasi tersebut dikejar oleh Indonesia sebagai hasil konkrit dari gelaran World Water Forum.

"Ini bukan sekedar kegiatan seremoni. Ini pertemuan yang membicarakan realita nyata di lapangan sehingga butuh langkah konkrit. Makanya Presiden Bank Dunia sudah menyatakan akan turut hadir. Begitu juga dengan IMF dan Asian Development Bank," ungkap Staf Ahli Menteri PUPR Firdaus Ali.

Ada yang menarik dalam event tersebut kali ini. RI secara khusus memamerkan keberhasilan dalam mengubah wajah Citarum melalui Program Citarum Harum dalam World Water Forum ke-10.

Sungai Citarum yang memiliki panjang 297 kilometer merupakan salah satu sungai utama di Jawa Barat. Sungai tersebut tercatat dalam sejarah sebagai sungai yang mengalami pencemaran berat.

Citarum pun mulai ‘berdandan’ sejak 2018, lewat Program Citarum Harum yang digagas Presiden Joko Widodo. Tujuannya, mengembalikan fungsi dan keindahan Sungai Citarum. 

Tim Jelajah Tirta Nusantara Bisnis Indonesia baru-baru ini melihat langsung perkembangan Program Citarum Harum hingga sejauh ini. Simak berita-berita dari peliputan Bisnis Indonesia di tautan berikut.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper